Minggu, 28 Februari 2010

Tuhan Yang Maha Bijaksana

Tuhan,
Bolehkah sebentaaar saja hambaMu ini berkeluh kesah tentang kehidupan?

Boleh ya?? Bukan bermaksud untuk mengingkari nikmat yang telah Engkau beri,, atau tidak mensyukuri apa yang kumiliki saat ini..
Aku hanya ingin bertanya..

Kenapa aku dan dia berbeda?
Kenapa aku tidak punya wajah secantik dia?
Kenapa aku tidak punya uang sebanyak uangnya?
Kenapa aku tidak sepintar dia?
Kenapa aku tidak memiliki tubuh indah seperti dia?
Kenapa…?
Kenapa aku tidak memiliki keberuntungan seperti dia?

Tuhan, bukan berarti aku ingin seperti dia..
Tapi aku cemburu apabila segala keberuntungannya itu merupakan alasan bahwa Engkau lebih sayang padanya daripada aku..

Padahal dia tidak beribadah kepadaMu..
Dia tidak bersikap ramah pada semua orang..
Dia tidak berjuang seperti aku, semua keberuntungannya itu sudah dimilikinya sejak lahir..
Tuhan, aku bukannya ingin menjadi seperti dia.

Aku hanya ingin bertanya ya Tuhan..

Adakah Engkau menjadikanku seperti ini untuk mengujiku?

Dengan segala kekuranganku, aku harus berusaha lebih keras..

Aku harus menahan rasa iriku, melihat dia yang memiliki segalanya..

Padahal aku tahu, masih ada yang juga tak seberuntung aku…

Dan yang lebih aku tahu ya Tuhan..

Aku menyayangiMu melebihi dia..

Dan aku tetap menyukuri hidupku, dengan segala kekuranganku.

Karena aku tahu.. Engkau Maha Adil. Maha Mengetahui, Maha Bijaksana, Maha Segalanya..

Terima kasih Tuhan. ILU.

Minggu, 21 Februari 2010

Berdamailah dengan Masa Lalu

semua orang punya masa lalu,,
some bad, some good
yang indah menjadi kenangan
yang buruk menjadi bayangan
bayangan membuntuti ke manapun kita pergi..
bayangan itu tanpa disadari menjadi batu sandungan untuk melangkah..
jangankan lari, untuk berjalan saja susah..

tidak mudah melepaskan bayangan itu..
apa perlu terus berdiri di tempat tanpa cahaya, agar bayangan itu tak ada?

sesungguhnya bayangan itu tidak pernah bisa hilang..
maka kita tak perlu menghindarinya..
berjalanlah menuju cahaya..
niscaya bayangan itu akan berada di belakangmu..
jangan berjalan membelakangi cahaya, karena bayangan itu akan berada di depanmu..
menutupi jalan yang semestinya kamu tempuh..

berdamailah dengan masa lalu..
masa lalu tidak perlu dilupakan..
karena ia telah menjadi bagian dari diri kita yang sekarang..

satu kata kunci untuk berdamai dengan masa lalu

memaafkan..
memaafkan diri sendiri atas kesalahan yang lalu..
memaafkan kesalahan orang-orang yang telah melukaimu..
memaafkan kesalahan orang yang kini sedang bersamamu..
karena semua orang punya masa lalu..

kita hidup saat ini bukan untuk masa lalu..
tapi masa depan yang lebih baik..

pengalaman adalah guru yang terbaik, mungkin semua orang tahu itu..

pengalaman adalah masa lalu

maka masa lalu adalah guru..

tidak ada yang perlu disalahkan lagi..
tidak ada yang perlu dibenci..

berdamailah dengan masa lalu..
dan percayalah, Tuhan yang berkehendak atas apa yang telah terjadi..
dan Tuhan yang akan memberi kita kesempatan untuk berubah..
hanya saja,, mau kah kita??

---
pertanyaan yg kemudian muncul adalah...
*apakah memaafkan itu sama dengan melupakan?

beda. memaafkan itu artinya kita menerima apa yang udah terjadi dengan tanpa beban dan emosi lagi saat mengingatnya..
bahasa lainnya: kalau ingat tu udah gak marah2, sedih, atau benci lagi...
bahasa jawanya: legowo
bahasa indonesianya: lapang dada, ikhlas..
diambil aja hikmahnya, karena masa lalu gak pernah dirancang untuk menjadi sampah.. tapi untuk menjadi buku.. (maka bacalah --> basa arabnya Al 'Alaq)
sedangkan melupakan itu nyaris mustahil, karena segala sesuatu dengan emosi yang nyertainya akan semakin sulit untuk dilupakan. your past is being part of you.

*knp yah memaafkan org lain and berusaha bersikap biasa aja itu susah??? bawaannya keingetan sama sakit atiii ajaaa

memang susah sih. butuh proses. sadari aja, sakit hati yang kita bawa sampai sekarang tidak akan pernah merubah apa yg udah terjadi..
dan yang sangat aku percaya adalah Tuhan tidak pernah mengirimkan orang-orang yang ada dalam hidup kita tanpa maksud!
seseorang yg menyakitimu pun begitu,,
dia dikehendaki Tuhan utk membuatmu sakit hati,, tapi dengan maksud untuk membuatmu belajar berbesar hati dan membuatmu semakin dewasa

kalau kamu gak memaafkan dia,, sama artinya kamu tidak berdamai dgn diri sendiri.. selamanya akan ada prasangka buruk dan rasa benci..
rasa benci itu akan merusak hati lhoo..
yg ada nanti malah pengen balas dendam...
atau mendoakan hal buruk (sebagai balasan) menimpa orang itu.
kalau kita seperti itu apa bedanya kita dengan orang jahat yang udah menyakiti kita itu???

gimana? sudah berdamai dengan masa lalu?