Selasa, 06 Maret 2012

cemburu

hai kamu...
baru sekali ini kamu mengakui kecemburuanmu
pada sesuatu yang sesungguhnya tak perlu
bukankah kamu tahu isi hatiku?

bila aku dan kamu bertarung untuk menuliskan tentang kecemburuan, maka biarkan aku yg memulainya..

aku cemburu pada bantalmu - yang dapat jadikan tumpuan ketika kamu lelah 
aku cemburu pada gulingmu - yang kamu peluk dan selalu menemanimu tidur
aku cemburu pada gelasmu - yang sering kali kamu kecup dengan bibirmu
aku cemburu pada kipas anginmu - yang mampu menyejukkanmu
aku cemburu pada jaketmu - yang mampu menghangatkanmu ke manapun kamu pergi
aku cemburu pada phone mu - yang selalu kamu banggakan dan selalu kamu perhatikan..

terlebih..
aku cemburu pada kotoran dan debu di kamarmu..
yang kamu pertahankan untuk selalu ada di sudut-sudut kamarmu..

aku tahu, aku tak bisa menjadi benda-benda itu
aku juga tak mau jadi debu
atau guling milikmu yang kerasnya menyamai batu
sekalipun aku ingin selalu bersamamu..

maka tolong dengarkan pintaku...
jauhkan saja rasa cemburumu

-dari aku, yang sedang belajar memahamimu-





Senin, 05 Maret 2012

.

aku harus bercerita pada siapa?
seseorang yang tidak menghakimi setelah aku bercerita

aku harus mencari siapa?
tak tahu kah mereka
bahwa aku sudah terlalu lelah mencari
aku lelah dihakimi

lain kali biarkan aku bicara pada segelas air
yg lalu ku minum
sehingga tertelan olehku (lagi)