Saya bukan pecinta fashion, tapi bukan berarti saya gak punya style. Hehehe. Dalam hal memilih alas kakai yang paling saya utamakan sebenarnya adalah segi kenyamanan, dan cukup enak dilihat saja.
Saya jadi aware sama keberadaan sepatu dalam hidup saya. Bukan sebagai pelengkap fashion, tapi sebagai teman perjalanan.
Saya yang sering pergi ke mana-mana sendirian, melewati medan yang gak mudah, dan menempuh jarak yang tidak dekat, akhirnya menyadari betapa pentingnya sepatu yang saya kenakan saat itu. Dan secara kebetulan ketika saya iseng buka folder-folder foto dalam laptop saya, ternyata saya sering mengabadikan sepatu yang saya kenakan. Beberapa kali meski dengan sepatu yang sama, tapi bersama sepatu itu saya memiliki kisah yang berbeda. Here some captures of my shoes and the story behind those...
Jaman saya SMP akhir dan SMA sampai lulus, saya selalu pake sepatu ini..
Ukuran sepatunya 40, padahal sebenarnya ukuran sepatu saya biasanya antara 37-38. Hehe,, jadi ceritanya kenapa saya maksa beli sepatu ini, sebenarnya karena waktu itu saya beli sama pacar saya jaman SMP dulu. Gak tahu kenapa dia maksa saya beli sepatu ini, katanya sih bagus,"Kalau kegedean pakein kaos kaki yang tebel aja," kata dia. Ehhh gak tahunya sewaktu saya pakai ke sekolah di pagi hari setelah beli, dia juga pakai sepatu yang sama persissss! jhahahaha.. Jadi kembaran dehh. *blushing*
Terus cerita lucu lainnya, waktu awal SMA dulu, saya yang belum lancar naik motor, kecelakaan. Lebih tepatnya saya nabrak mobil. Saya sampai pingsan di tempat, dan sadar sewaktu sedang dilarikan ke rumah sakit. Saat syok dan panik, waktu di rumah sakit hal yang pertama saya tanyakan ke keluarga saya adalah "Sepatu aku mana? Gak ilang kan?" Hehehehe.. Mungkin sangking berkesannya sepatu itu buat saya, saya gak mau kehilangan... Sampai sekarang pun sepatu itu masih ada, masih bagus, karena saya cuma pakai tiap hari selasa-rabu aja waktu SMA :)

Sepatu berikutnya adalah sepatu yang saya pakai sejak jaman kuliah. Dari tahun 2006 - sekarang sepatu ini pun masih ada dan masih bagus meski agak belel dikit. Tapi inilah seni sepatu kanvas, semakin belel semakin rock and roll.. yeaahh :D
Sepatu ini sudah ikut saya ke banyak tempat.. Dan waktu saya ambil foto ini, saya sedang dalam perjalanan memutari solo naik becak. Travelling alone. Itu tuhh, waktu ketemu 6 sekawan dari UMY (seperti kisah yang saya ceritakan sebelumnya)
Dan petualangan2 lainnya, makrab, ke Magelang, KKN di desa , ke mana-mana deh waktu jaman kuliah :D

Dibalik foto ini...

ada kisah sedih menyertainya.. Saat pengambilan foto, saya sedang di rumah sakit, menunggu nenek saya yang sedang sakit kritis :( Nenek saya saat itu masuk ruang ICU, jadi penjenguk tidak boleh masuk, terpaksa saya nunggu dan duduk dilantai. Sandal merek DIAMATU ini pun punya nenek saya, saya colong (minjem gak bilang-bilang) waktu nenek mulai sakit, kekecilan sih, tapi ini sandal favorit nenek :( sampai waktu sakit itu pun, waktu nenek masih bisa jalan, nenek nyarinya sendal ini, tapi udah terlanjur dicolong sama cucunya yang bandel :)
Sandal ini pun masih eksis, dan jadi favorit saya kalau pergi-pergi santai di Jogja.
Setelah lulus kuliah, saya mulai aktivitas mencari uang, jadi penampilan pun harus berubah, termasuk sepatu yang saya kenakan..
Ini sepatu yang paling menyiksa buat saya. Cantik memang (sepatunya), but behind the beauty there is pain...

Lalu setelah saya resign dari kerjaan lama, dan selesai tugas mengajar Kelas Output Character Building selama satu semester di Jurusan Akuntasi Fakultas Ekonomi UII, saya memulai petualangan baru..
Saya mengadu nasib ke Jakarta, dengan harapan bisa mendapatkan pekerjaan yang challenging di sana. Untuk mendapatkannya pun saya harus naik turun angkutan umum, jalan kaki ratusan meter, kehujanan, kepanasan, kena macet berjam-jam.. Bolak balik Jakarta - Jogja - Bandung - Jakarta - Jogja, sampai puyeng. Haha.
Meskipun sampai saat ini belum beruntung dapat kerjaan di Jakarta, tapi dari perjalanan ini saya menjadi pribadi baru yang tahan banting. Terbukti dari tes Pauli (penjumlahan deret angka yang buanyaaak itu) saya bisa mengerjakan lebih banyak dari sebelumnya. Yeeayyy..
Ini dia sepatu yang menemani saya sejak bulan Februari 2011 - April 2011

Tapi sekarang (awal Mei 2011) saat saya sudah dapat dipastikan mendapatkan pekerjaan baru di Bandung, sepatu di atas justru kehilangan indahnya..

Bunganya copotttt :'( haha
Sekarang kalau ke kantor pakai ini nihh...

Waktu jalan-jalan ke mall saya pun memotret berapa sepatu lucu, yang mungkin akan saya belikan untuk anak-anak saya nanti..
Ini buat anak perempuan saya


Kalau yang ini buat anak laki-laki saya...

Sedangkan ini sepatu impian saya, yang belum keturutan :D

And The Last Of All, my journey keep on moving.. I'll never stop to catch the meaning of my life would be...

*photo by: sidik.
dalam foto ini pun si photografer gak tahu kenapa menyorot ke sepatu saya, bersebelahan dengan pesawat.. Menyiratkan sebuah kisah perjalanan.. :) Yes, He know me so well.
See you then...
PS: Your shoes it also reflection of your personality :)

