Sabtu, 09 Maret 2013

Just Married


Seorang sahabat bertanya padaku, bagaimana rasanya menjadi pengantin baru?

Kujawab, “Spesial. Bangun tidur ada orang tersayang berada di sebelahku yang sedang tersenyum.”
Itu jawaban spontan yang bisa kuberikan pada saat itu. Tapi kalau boleh merangkai kata yang lebih indah untuk menggambarkan perasaan saya adalah..

“Bahagia. Mengetahui orang yang selama ini kusayang dan menyayangiku telah benar-benar menjadi bagian dariku, hidupku, selamanya. Mengetahui bahwa seseorang (yang tengah kupandangi wajahnya ini) adalah calon bapak dari anak-anakku dan imam atas keluarga kami sendiri. Aku percaya padanya dan mencintainya tanpa ragu.”

Kalimat di atas rasanya sudah tepat menggambarkan perasaan saya, tapi kenyataan malam itu sebenarnya dia tidak sedang tersenyum sambil memandangi saya. Saya hanya melihat senyumnya terbingkai saat dia masih terlelap tepat disebelah saya dan (masih) memegang tangan saya yang tengah memeluk tubuhnya semalaman.
--
Dear my Bi @Brama_Danastri. Here we are. Finally arrived at the wonderful moment that we wanted madly, deeply. Keep it everlasting, Bi, cause you know i will.

ditulis sebelum malam tanggal 8 Maret 2013