Seorang sahabat bertanya padaku, bagaimana rasanya menjadi
pengantin baru?
Kujawab, “Spesial. Bangun tidur ada orang tersayang berada
di sebelahku yang sedang tersenyum.”
Itu jawaban spontan yang bisa kuberikan pada saat itu. Tapi
kalau boleh merangkai kata yang lebih indah untuk menggambarkan perasaan saya
adalah..
“Bahagia. Mengetahui orang yang selama ini kusayang dan
menyayangiku telah benar-benar menjadi bagian dariku, hidupku, selamanya.
Mengetahui bahwa seseorang (yang tengah kupandangi wajahnya ini) adalah calon
bapak dari anak-anakku dan imam atas keluarga kami sendiri. Aku percaya padanya
dan mencintainya tanpa ragu.”
Kalimat di atas rasanya sudah tepat menggambarkan perasaan
saya, tapi kenyataan malam itu sebenarnya dia tidak sedang tersenyum sambil
memandangi saya. Saya hanya melihat senyumnya terbingkai saat dia masih
terlelap tepat disebelah saya dan (masih) memegang tangan saya yang tengah
memeluk tubuhnya semalaman.
--
Dear my Bi @Brama_Danastri. Here we are. Finally arrived at
the wonderful moment that we wanted madly, deeply. Keep it everlasting, Bi,
cause you know i will.
ditulis sebelum malam tanggal 8 Maret 2013

