Kamis, 20 Juni 2013

Nyambut Gawe (Sebuah Renungan Bagi yang Merasa Menjadi Pengangguran)

Kerja kerja kerja kerja
Seberapa sering kita mendengar kata itu dari orang lain?
Seberapa sering juga kita mengucapkannya?
Sangat sering pula orang menuliskannya di facebook, tweet,sms dll.
Ya memang benar..
Kata "kerja atau bekerja" sudah sangat familiar di kehidupan kita
Bahkan sejak kita belum tahu artinya apa.
Coba perhatikan anak usia 2 tahunan, yang baru belajar bicara..
Pengasuh atau terkadang orang tuanya sendirilah yang mengajarinya menjawab apabila ditanya "ayah mana?"

"Kerja" begitu jawab si anak.

Tanpa benar-benar mengerti apa sih artinya kerja? Mungkin itu juga yang terjadi pada kita semasa masih kecil

Sedari jaman sekolah dulu, kalau saya mikirin tentang kerja, pasti kebayang sebagaimana Bapak saya dulu. Pakai pakaian rapi, trus ke kantor. Tapi gak kebayang apa yang dilakukan Bapak waktu itu.

Bahkan sampai saya jadi sarjana, kata 'kerja' masih samar-samar wujudnya.
Sekalipun saya sudah berbekal pengalaman organisasi nonprofit dan menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan akademis yang berbonus uang. Saya pernah mendadak jadi marketing di sebuah konsultan pendidikan studi luar negeri. Setelah itu saya mendapatkan tantangan baru, menjadi staf pengajar di perguruan tinggi. Tapi sayangnya gak bisa berlangsung lama, kontrak kerja hanya 1 semester saja.

Akhirnya saya jobless lagi..
Mulai merangkai lagi apa yang saya bisa dan apa yang saya harapkan.
Nah sejak ini saya mulai teliti melihat wujud 'kerja'

Menyapu, ini benar sebuah kata kerja, dan ternyata ada yang memperolah uang dari satu kata kerja ini saja. Tukang sapu di jalan.

Melinting, sebuah kata kerja lagi, dan ternyata dari kata ini pun ada yang bisa mendapatkan uang. Buruh linting rokok.

Melukis, eehh ternyata bisa menghasilkan uang juga. Pelukis.

dll

Jadi pada dasarnya kerja itu perwujudan dari kata kerja yaa..

Kata kerja, sebagaimana dalam Kamus Wikipedia Indonesia berarti kata yang menyatakan suatu tindakan atau pengertian dinamis. Contohnya sederhananya: menyapu, menulis, menyuci, menggambar, menghitung, memasak.

Sebagaimana kata "bekerja" artinya adalah melakukan "kata kerja"

Jadi ternyata konsep bekerja itu sederhana ya. Tapi begitu banyak yang mengaku sebagai pengangguran. padahal buanyaaaak sekali kata kerja dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, apakah tidak ada satupun yang bisa kita lakukan???

Maksimalkan apa yang kita bisa. Wujudkan, dan dapatkan hasilnya. jangan hanya menunggu dikaryakan, marii berkaryaa..

Hehehe. Oke. Sekarang yang masih merasa jadi pengangguran, pikirkan kembali, apa yang bisa kamu kerjakan??? Syukur-syukur bisa menghasilkan uang. Saya kasih contoh ya...

Kamu bisa membuat kue? Kenapa tidak mencoba membungkusnya lalu menjualnya pada orang lain. >> Ada 3 kata kerja di sini : membuat, membungkus, menjual. Tuh gak nganggur lagi kan? Insyaallah kamu juga akan menghasilkan uang dari pekerjaan ini..

Simple kan? Contoh yang lain deh, hitung sendiri berapa kata kerjanya ya..

Kamu suka menulis? Kenapa tidak mencoba mengirimkan tulisanmu pada majalah/ koran lokal?
Kamu bisa membuat web? Kenapa tidak menawarkan jasa pembuatan web tersebut kepada orang lain?

Fokus pada apa yang bisa kamu lakukan, ketrampilan, pengetahuan, atau kelebihanmu, niscaya kamu gak nganggur lagi.. 
Kuncinya: Jangan menyerah dan mau mencoba.

Wrote by Emamiridya E. Yupi
Ex Career Counselor at Telkom University










Aku dan Kamu adalah Seorang Pengajar

Life is everlasting learning.

Tidak harus menjadi pelajar bila ingin belajar
Tidak perlu juga menjadi seorang guru bila mau berbagi tahu

Seseorang diberi kelebihan bukan untuk disombongkan, tapi untuk memberi manfaat bagi orang lain..
Siapa pun kamu, apapun pekerjaanmu, apapun status sosialmu, kamu pasti memiliki pengalaman ataupun pengetahuan yang tidak semua orang mendapatkannya..

Maka berbagilah..
Melalui tulisan, melalui obrolan, melalui apa saja yang kamu bisa wujudkan..
Karna sebagaimana sabda Rosulullah saw...
Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain (HR. Ahmad, Thabrani, Daruqutni)
Kebaikan yang kita tebar akan kembali kepada diri kita...
Jika kalian berbuat baik, sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri (QS. 17:7)