Secara umum, manusia terbagi menjadi 2 tipe ketika sedang menghadapi tantangan.
Yang pertama, adalah tipe yang berani mengambil tanggung jawab lebih, berani menakhlukkan rasa takutnya, dan mencari solusi apabila menghadapi permasalahan.
Yang kedua, adalah tipe yang menghindari tanggung jawab, terbatas oleh rasa takutnya sendiri, dan cenderung menghindari konflik.
Saya akan beri satu contoh kasus.
Bos meminta timmu untuk mengerjakan tugas dua kali lipat lebih banyak dengan batas waktu yang sempit. Bosmu adalah orang yang rasional, sehingga ia selalu menanyakan alasan atas jawabanmu. Nah kira-kira mau menyanggupinya atau tidak? Ya atau tidak?
Bila kamu jawab tidak bisa, maka kamu akan berpikir untuk mencari seratus alasan yang seolah menyulitkanmu untuk menolak tugas itu.
Bila kamu menjawab BISA, maka kamu akan berpikir untuk mencari seratus alasan yang seolah memudahkanmu untuk mengerjakan tugas itu.
Contoh di atas menunjukkan bahwa respon pertama sudah menentukan pola pikir kita.
Daripada kita mencari 100 alasan untuk menyatakan ketidakmampuan kita, mengapa kita tak mencari 100 alasan untuk menyatakan bahwa kita mampu?
Yes, I can. Yes, we can. Yes you can!
Can Do Attitude, yakni kemampuan untuk meyakini bahwa ia bisa melakukan apapun yang didasari oleh keinginan untuk terus berusaha dan belajar.
Kata BISA adalah sebuah kata positif yang akan mempengaruhi otak untuk bekerja dengan optimal.
Sekalipun pada kenyataannya kemampuan kita belum mencapai yang diharapkan, tapi orang dengan “
can do attitude” ini akan mencari cara dan strategi untuk bisa mengatasinya. Bisa saja dengan bertanya pada ahlinya, atau meminta bantuan rekannya.
Sikap optimis dan usaha keras ini mungkin bisa disamakan dengan pengertian istilah The Power of Kepepet. Ketika dalam kondisi yang terdesak, biasanya orang akan cenderung untuk menjadi kreatif dan optimal dalam berusaha. Sama halnya dengan berkata BISA, sekalipun saat itu kita tak cukup tahu dan tak cukup mampu, tapi kita meyakini kemampuan diri dan mau berusaha.
Mengapa hal ini jadi penting?
Tantangan dalam kehidupan, terutama di dunia kerja adalah mendapati perubahan. Perubahan system, perubahan teknologi, perubahan tanggung jawab, perubahan kepemimpinan dll. Bagi orang-orang yang tak BISA beradaptasi dengan perubahan, maka otomatis akan tergilas oleh perubahan itu sendiri.
Tuntutan kinerja pun semakin meningkat. Bila individu dalam sebuah perusahaan tidak dapat memenuhi tuntutan tersebut, bukanlah tidak mungkin perusahaan akan memecatnya. Sebaliknya, perusahaan akan sangat menyukai orang-orang yang mau berkembang dan memiliki keinginan untuk belajar.
Menyadari pentingnya ‘sekedar’ berkata BISA, maka ini perlu dibiasakan sejak saat ini.
Namun pada kenyataannya saat ini, banyak teman-teman yang berkata tidak BISA sebelum ia mencoba, sebelum ia berusaha. Teman-teman merasa tak menguasai bidang yang saat ini sedang ia pelajari. Sebenarnya hal ini merupakan sebuah kerugian besar.
Contoh kasus yang paling sering saya temui ialah mahasiswa jurusan system informasi yang merasa tak bisa menjadi programmer. Padahal dengan adanya fasilitas kampus, pembimbing dan dosen-dosen yang ahli, dan kesempatan yang luar biasa besar bekerja di bidang IT terutama sebagai programmer, semestinya mereka bersyukur dapat belajar bidang ini, dan memanfaatkan peluang-peluang tersebut sebaik mungkin.
Bila masih demikian, rubahlah pola pikirmu. Rubahlah kebiasaan berkata tidak bisa, menjadi BISA. Buatlah sesuatu yang terasa tidak mungkin menjadi mungkin bagimu. Karena selama manusia mau berusaha, Tuhan akan merestui langkah kita.
Saya jadi ingat kata-kata bagus: Selama ada kemauan, pasti ada jalan.
Man Jadda, Wa Jada. “Barang siapa yang bersungguh-sungguh maka ia akan mendapatkannya,” hadits Rosulullah.
Apa yang masih meragukanmu untuk percaya pada kekuatan keMAUan berkata BISA?
Ingat lagi kata-kata ini: Hari ini akan lebih baik dari kemarin.
Mulailah dari saat ini, ubah kebiasaan berpikir tidak bisa menjadi BISA pada setiap peluang dan tantangan yang ada di hadapanmu. Jangan terkurung oleh ketakutan-ketakutan. Jangan terjebak oleh kepasrahan dan ketidakinginan untuk berkembang.
Buktikan sendiri kekuatan “THE POWER of BISA”