Rabu, 29 Juni 2011

Compulsive Life

Meninggalkan Jogja Maret 2011

Berjuang di Jakarta, naik turun bis kota, berjalan kaki tak kenal panas dan hujan, mencari alamat ke sana dan ke sini. Semua kulalui demi mendapatkan pekerjaan impian.
Ah sebenarnya bekerja di Jakarta bukan impian saya. Saya hanya tertantang untuk meninggalkan zona aman saya: Jogjakarta. Saya ingin belajar hidup dan menghidupi diri sendiri. Berharap bisa memperkaya diri dengan khasanah budaya yang berbeda-beda. Terlebih Jakarta, saya tertantang untuk menakhlukkan beratnya hidup di Jakarta. Dan benar, Jakarta mengubah saya menjadi pribadi yang lebih tangguh!

Bukan cuma mengitari Jakarta, saya juga memberanikan diri berjuang Bandung, kota tanpa saudara.
Adapun teman lama, yang rumahnya jauh dari kota, namun berbaik hati mengizinkan saya menginap di sana. Tapi tanpa teman, kesekian kali saya harus naik turun angkutan umum, bertanya sana-sini agar tak tersasar tuk sampai pada tujuan.
Yang terunik adalah ketika saya harus melompati pagar tol, untuk turun ke Buah Batu dari arah Jakarta. Dalam perjalanan bolak-balik Jakarta-Bandung, sekali saya ditahan oleh petugas Jasa Marga karena turun di pinggir tol.


Saya tidak menganggap apa yang saya lalui ini adalah hal yang berat. Saya yakin banyak orang yang memiliki pengalaman yang lebih sukar dibanding ini. Tapi setidaknya pengalaman ini membuat saya kuat dan memahami bahwa


Hidup adalah kompulsif dari jatuh, sakit, dan bangkit.
Tak ada yang mudah, tapi bukan berarti sulit. Dengan keyakinan bahwa tiap perjalanan adalah pembelajaran hidup dan penguatan pribadi, maka tak perlu putus asa dan mundur dari tantangan hidup.

Semangat teman!!
Bila saat ini kau sedang jatuh, jangan lupa tuk bangkit lagi! :)

Yang Tak Patut Terlupakan


Ini adalah sebuah kenang-kenangan dari adik-adik OCB kelas B tahun ajaran 2010/2011.

Saya tidak menyangka ketika mereka memberikan ini, dan sebuah kado besarrr yang setelah di buka isinya adalah bantal yang panjangnya menyerupai guling :)

Percayalah dik, tidak perlu memberikan mbak benda apapun untuk mengingatkanku pada kalian. Kalian semua sudah memberikan yang lebih dari itu, jauh lebih berharga dan tak ternilai: kebermaknaan.

Jangan kira kalian yang belajar dari saya, sebaliknya saya juga belajar pada kalian :)
Terima kasih atas pembelajaran hidup ini...

Saya terharu membaca ini semua....
Tia... Si ceria, imut dan murah senyum :)

















Ratih... Si manis, pemberani, dan aktif :)





















Sandra... Si modis dan ramah... :)

















Octan... Si inisitif, curiosity, dan calon pembicara yang hebat.. :)
















Hendra... Si calon pengusaha yang sukses... :)



















Shierly... Si super talented dan calon MC papan atas.. :)















Selfira... Si kreatif dan dewasa... :)






Halan... Si calon photographer handal... :)




















Monica... Si positif thinking dan perhatian... :)



















Winda... Si eksis, stylist, speaker & leader yang baik :)




















Nabila... Si ceria dan optimis... :)















Gibran... Si lucu, spontan, dan pengayom :)


















Prames... Si cepat tanggap, dan aktif... :)



















Ratna... Si perasa dan penyayang :)


















Angga dan Anggi, Si kembar yang mirip tapi berbeda dan unik :)















Nisa... Si fotogenic dan easy going... :)


Lia... Si pemalu dan feminim.. :)











Nurul... Si kritis, optimis, dan loveable :)

















Memang tidak semua menuliskan kesan dan pesannya, tapi di foto inilah personil lengkap kelas B OCB

Kalian adalah inspirasi..
Masing-masing dari kalian adalah unik
Kalian semua adalah pemimpin masa depan,
setidaknya pemimpin bagi diri kalian, dan keluarga...

Ingat selalu soundtrack kelas kita
http://www.4shared.com/audio/EOoCI-rN/aku_bisa_AFI_JUNIOR.htm

Karena apapun mimpimu akan terwujud selama kalian mau dan berusaha...
Tapi jangan lupa berdoa ;)

Terima kasih adik-adikku, teman-temanku, sahabat suksesku..

Salam kangen,


Dosen Sahabat OCB

Minggu, 12 Juni 2011

His Name Is Sidik

Setelah saya membahas beberapa orang secara personal dalam blog ini, saya masih tertarik untuk menuliskan seseorang yang lain.
Bukan buat bikin orangnya GR atau memenuhi janji seperti tulisanku buat Shiro, tapi sekedar remainded, bahwa saya telah melalui banyak hal seru, lucu, dan unik bersamanya.

Perkenalan kami berawal dari facebook,
eeh salah, jaman itu saya masih friendster-an!
Insiden perkenalan dengan 6 sekawain di Solo, memang membawa dampak yang panjang dan sangat berpengaruh dalam kehidupanku. Haha.
Katanya sih, semenjak perkenalan itu, saya jadi bahan pergunjingan di kelompok mereka.
:P
Ema 'si cewek kesasar'
mungkin itu nick name saya bagi mereka.
atauu entahlah, apa nama yang tepat..

Sesaat setelah itu ada beberapa orang yang menuliskan ini dalam comment & testimoni FS saya, salah seorangnya ini nih:
sidig 2008-07-18T20:34:56Z

wadeuw,kmu tho yg lg hangat2nya dbcarain dkmpusku. . .yayaya. . .salam knal ya.he.


hihihi..
and our story began from that testimonial

Bertemu secara langsung di pemutaran film indie buatan teman2 komunikasi UMY, Sidik, sudah menarik perhatian saya. hatsyaah *too be honest :p
matanya tajem. Berhubung suasana saat itu memang sengaja dibuat remang-remang untuk nonton film, jadi sorot matanya menonjol :p

sekilas sih cuma itu kesan saya.

Saya semakin dekat dengan dia, cuma karena chatting hampir tiap hari.
Waktu itu awal-awal saya punya YM. Dia hampir tiap hari OL, dan kami berdua nyambung.
Ngobrolnya sering sampai menghabiskan malam.
Kami bicara tentang ide-ide gila, bicara tentang apa yang terjadi dan membahas mengapa bisa begitu. Kadang main XOX, kadang main tebak gambar. Kadang juga kami juga saling curhat masalah pribadi dan saling memberi nasehat.

Sampai dia comment di FS saya

aku dmarah papah,aku dmarah mama,aku dmarah ema,semua marah2 krn ku tak blajar,senin selasa rabu kamis jumat smpai sabtu,minggu marahnya libur.aaaahh pusing. . .
2008-09-26T11:08:59Z

hihihihi.
Dari chatting kami mulai bertemu..

One day.. kami ke stasiun tugu, berniat untuk pergi ke suatu tempat (lupa) yang bisa ditempuh lebih cepat kalau lewat sarkem.
Trus, tahu kan di sebelah selatan gerbang stasiun tugu, ada rel kereta yang gak boleh dilewati oleh kendaraan bermotor, bahkan kadang-kadang rel itu ditutup dan jaga pak polisi.
Tapi pada hari itu pagar penutup rel terbuka. Ada polisi sih, tapi lagi sibuk ngurusin pengguna jalan yang lain. Lalu dengan bodohnya, kami berdua berakting motor kami mogok, demi melewati jalan pintas menuju sarkem. Jadi kami tuntun motor, supaya bisa lewat rel itu. Sidik pura-pura ngedumel gak jelas, seolah-olah motor kami mogok beneran. Kalau saya, cuma bisa nahan ketawa.
Setelah sekitar 5 meter terlewat, tanpa sepenglihatan polisi, kita ngabuurr, buru-buru naik motor, dan kami berdua ngakak dengan puas. hehehehehe

Pernah juga, kami jalan-jalan ke Malioboro, niatnya nganterin Sidik beli sepatu buat Bokapnya. Setelah dapet sepatu yang diinginkan, Sidik ngajakin ke donat J.co. Waktu itu J.Co memang baru di jogja, dan diawal pembukaan sudah nge-booming, dan pembelinya harus rela ngantriiii sejam-an buat dapet donat yang mereka mau. Tapi saya yang pernah jajan J.Co di Jakarta sudah menunjukkan ekspresi meragu atas ajakannya. "Serius mau ke J.Co?"
Tapi dia belum nangkep apa maksudku. "Ayo coba, aku penasaran."
"Tapi J.Co itu mahal lho Dig.."
"Gpp, ini ada bonus dari beliin sepatu Babe" kata dia.

Yasudah saya turuti aja.
Terus waktu sudah sampai kasir, ditawarin sama mbaknya "mau pesan minum juga"
dia tanya ke aku, aku bilang enggak, sambil mengkode agak menyikut lengannya, berharap dia ngerti. Tapi yang terjadi, dia tetep pesan tuh minuman. Theen.. waktu mbaknya nunjukkin harga yag harus dibayar senilai 5 dijit besar, aku nengok ngelihat wajahnya --> netral.
Setelah duduk, baru deh keluar aslinya..
"Maling, mangan donat iso nggo mbayar sak SKS"

Bahhahahahahahhahaaa...

Ada nih paling seru.
Momentnya adalah awal pemutaran film Laskar Pelangi. Karena temen-temen yang lain udah pada nonton, kebetulan kami berdua belum. Makin penasaran karena semua orang membicarakan film ini, dan semacam diolok-olok kalau belum nonton. Jadi mau gak mau nonton deh. Gila ngantrinya dari 21 Ambarukmo Plaza, keluar sampai berbelok ke pintu depan Ceasar. Berharap bisa dapat tiket yang jam 7an, sampai di depan konter ternyata udah kehabisan. Tinggal yang jam 9an dan itupun duduknya gak berdekatan... hehe, okelah gak papa.. yang penting nonton biar perjuangan ngantrinya terbayarkan.
Karena film mulai jam 9an selesainya jadi hampi jam 11 malam waktu itu. Amplaz kan sudah tutup. Tapi kami berdua sama-sama gak tahu jalan keluar menuju parkiran di sebelah Amplaz, tempat parkir kami. Sebenarnya kita udah tanya-tanya sama orang, tapi tetep aja bingung. Bolak-balik naik turun tangga darurat, galau, takut kesasar dan gak pulang-pulang. Sampai akhirnya di salah satu lantai parkiran mobil, kami melihat cahaya di kejauhan. Sok yakin itu adalah jalan keluar, kami berjalan ke arah cahaya itu. Tapi belum mendekati cahayanya kok makin lama makin mengecil?
Berlarilah kami... panik dan baru menyadari bahwa itu adalah rooling door yang hendak menutup dari atas ke dasar.
Tanpa pikir panjang layaknya film-film action saya menerobos pintu otomatis itu saat hampir menutup ke dasar. Eh trus begitu saya sudah berhasil keluar, Sidik belum muncul.
Waaaaa Sidik cepetaaaannnnn!!!
Begitu kurang dari 60 cm lagi, Sidik mengelundung.. ehh menggelinding keluar.. Yeeeeyyy. Kami berhasil keluar.
Fyuhhh,,, deg-degan banget waktu itu.
Penjaga pintunya sampai marah-marah, "Wah mbak, mas lain kali jangan nekat gitu donk. Ini kan otomatis, gak bisa dihentikan, kalau tadi kejepit gimana?!"
Kami berdua cuma bisa nyengir di depannya..
tapi setelah itu..
hahahahahaha.. Ngakak sejadi-jadinya deh...

Masih ada lagi momen saya bersamanya dan teman-teman yang lain juga...
Mungkin lain kali akan saya ceritakan, tapi kali ini cukup deh..

hehehee.. Inilah kami...
Karena kedekatan kami, mungkin banyak orang yang menganggap kami itu pacaran.
Tapi bukan. Aku bilang kami lebih dari itu.
Mungkin ini akan menjawab beberapa sikap penasaran atas kami berdua.

Pacar itu bisa putus sewaktu-waktu. Ada juga istilah mantan pacar.

Tapi kalau sahabat, emang ada ya, istilah mantan sahabat?

we all know the answer is.. :)

and The last words for him...
hi my best boy friend, it isn't because you are not special, so i don't pick you out..
It just because i don't wanna break up with you..

Rabu, 08 Juni 2011

addicted to purple things #2

Lagi-lagi saya ingin bercerita tentang kecintaan saya terhadap warna ungu. Just for share my happiness to everyone, if you don't mind, but if you do, please closed this window :p

Saya dari dulu saya berniat untuk merantau. Bukan karena tidak betah di rumah atau ingin jauh dari mamah, tapi karena saya mau belajar hidup.. belajar mandiri, membuat keputusan sendiri, mengurus diri sendiri..
*kalau kalian menerka, bener banget bahwa inilah asal alamat blog saya: pengenpergijauh :D
Ada rasa keingintahuan yang besar dalam diri saya untuk menjajah dan keluar dari zona aman saya. Menciptakan citra diri saya pada lingkungan yang benar-benar berbeda. Create many news stories in my journal of life. It's so much challenging for me..
Saya bisa aja merubah karakter saya, mengubah nama panggilan saya, atau melakukan apapun yang saya suka di kota baru yang saya pijaki :D
Itu pikiran saya.
(but i didn't)


Alhamdulillaahh... terwujudlah diusia saya yang ke 22 tahun.

Salah satu yang membuat saya bersemangat adalah menata sendiri kamar saya. Karena kalau di rumah sendiri, kamar saya itu terinterfensi oleh barang2 milik orang lain juga. Kalau saya sewa kamar kan pasti beda... Tapi perubahan terbesar setelah punya kamar sendiri adalah: Freak for cleaning all my stuff..
Yang paling ekstrim adalah saya jadi sering bolak-balik membersihkan lantai kamar saya dengan tissue. Hahaha.

Kriteria saya terhadap kamar kost gak ribet. Yang paling utama adalah: ada internetnya. Jadi kalau hal-hal lain masih bisa saya tolerir, termasuk ukuran kamar yang kecil sekalipun. Bagaimanapun kondisi kamarnya, tetap akan saya buat senyaman mungkin. Gimana caranya? Kalau saya adalah dengan mengisi seluruh kamar dengan benda-benda berwarna ungu! :) Dan ini efektif. Saya jadi teramat betah di kamar. Pengen tahu bagaimana kondisi kamar saya? here i show you...



Nah kebayang kan kecilnya :D
Tapi saya cinta banget sama kasur berseprai ungu dan tertutup selimut ungu ituu....

itu sisi yang menghadap pintu. sisi yang lain hanya ada meja, laptop, galon, dan pintu.

nahhh ini dia penghias kamar2 yang semua berwarna ungu... Thanks buat Ayah dan Bunda (kakak saya) sebagai sponsor utama. Hehehe.

Gantungan baju dan pewangi ruangan...


Di bawah ini lampu tidur dari mahasiswi-ku, adekku, inspirasiku, Shierly Deby... Kubawa sampai Bandung nih ndukk..




Kalau mug di bawah ini bukan saya yang buat. Saya tidak narsis akut sampai menyertakan foto di mug. hehe. Ini pemberian dari mas Ray Wardhana jaman saya masih kelas 2 SMA :)


Tempat sampah, keset, dan yang saya pegang itu cemilan dari ketela ungu. haha.




Ini dia alas kaki saya selama merantau:


dan ini...


jangan lupa bawa payungnya.. Kalau yang ini hasil minta paksa sama ponakanku, Chika..


Ok, then what do you think?
Am I lebay?

Nope. Dibalik ini saya pengen bilang.
"Kalau kita punya kamar kos, kitalah yang berhak menentukan, mau diisi dengan apa saja sih kamar kita? Mau bersih? Mau rapi? Kotor? Atau berantakan?
Meski ada keterbatasan (ruang, dan ukuran), jangan jadikan itu alasan untuk mengeluh.. Tapi fokuslah pada hal yang bisa kamu ubah, yang bisa kamu perbaiki. Buatlah kamar itu senyaman mungkin, seindah mungkin, dibalik keterbatasan yang ada, bahkan kalau bisa sampai kamu tidak melihat lagi keterbatasan itu, dan kamu tetap memanfaatkan ruang kamar sebaik mungkin."


Nah kamar kos itu ibarat hidup.

Coba ganti kata 'kamar' dalam kalimat bertanda kutip di atas dengan kata 'hidup'

See?

Your life is on your own direction :)