Sabtu, 08 Desember 2012

People Can't Make You Happy


saya sudah lupa kapan terakhir tertawa yang disebabkan orang lain
tertawa karena orang itu membuat saya merasa bahagia
tertawa karena saya ingin melakukannya, bukan karena merasa tidak enak bila tidak tertawa

tapi untungnya
saya masih tertawa atas keadaan ini
saya masih bisa tertawa atas usaha saya sendiri

hanya dengan mengayuh sepeda butut
berusaha menggapai dedaunan di pohon saat melintasinya dengan sepeda
saat saya menginjak daun-daun putri malu
mendengarkan musik-musik beat..
saya tertawa karena itu
saya bahagia
atas kehendak saya sendiri
bukan atas perintah atau tindakan orang lain
saya yang bisa atur kebahagiaan saya sendiri

saya bahagia. kemarin, hari ini, dan hari-hari berikutnya. 

your happiness is on your own hands.
your happiness is on what and how you think about it
your happiness are made by you!
not by people around you.

Sabtu, 29 September 2012

Tentang Alas Kaki (Part II)

Melanjutkan kisah tentang tulisan lama saya "Sepatuku, Teman Perjalananku" karena kisah saya belum berakhir...

Sebagaimana waktu yang terus bergulir, saya terus berjalan, alas kaki yang lama bisa jadi sudah sobek, rusak, atau jebol.. Tapi saya tak terhenti.
Perjalanan saya memang tidak mudah, penuh liku-liku yang mungkin orang lain belum tentu dapat merasakannya..
Here we goes..
Sepatu kerja saya sebelumnya adalah wedges Marie Claire hitam. Setelah jebol baru saya cari gantinya... Ini nih, saya pakai semasa On The Job Training di Jakarta pada salah satu Bank Swasta Indonesia.
Karir saya meloncat bidang, dari yang sebelumnya selalu di bidang pendidikan mendadak ke perbankan. Kaget, tertantang, dan melelahkan...

Sampai saat ini sepatu ini masih saya pakai ke kantor meski sudah tidak OJT lagi dan bukan di Jakarta lagi.
Saya terlanjur menyepakati bersedia ditempatkan di wilayah Indonesia mana saja. Takdir membawa saya untuk sementara tinggal di Propinsi paling barat Indonesia yang sempat konflik dan terkena bencana, Nangroe Aceh Darussalam.
Saya berada di kota yang kebanyakan sudah merupakan pendatang, dan kalau mau ke Airport lebih dekat ke Medan (jarak tempuh jalan darat 4 jam) daripada ke Banda Aceh ( jalan darat 9 jam). Doa yang terdahulu terkabulkan *pengenpergijauh* disaat saya sudah jatuh cinta pada satu kota dan seseorang di sana, Jakarta.

Profesi saya saat ini menuntut untuk terus aktif bergerak, lebih tepatnya memprospek nasabah. Wajib untuk menganalisa dan mensurvey usaha nasabah, yang tak jarang ada di lokasi-lokasi yang... bisa ditebak deh kalau lihat sepatu saya yang jadi korban ini


di gambar ini belum seberapa parah. Pernah ada yang lebih parah lagi.

Dengan kondisi seperti di atas, pastinya perlu donk pemain pengganti alias cadangan sepatu. Akhirnya saya temukan, sepatu yang di desain khusus untuk perempuan seperti saya.. 

kalau dilihat lebih dekat di alas dalam itu tertulis "workaholic"
Tapi sama aja nasibnya, sepatu ini sering "teraniaya" seperti yang punya karena kerjaan. Haha.













Oiya, saya itu punya sepatu yang berdaya juang tinggi lho. Sudah terbukti dengan waktu pemakaian yang paling lama dari jenis sepatu flat yang saya punya.. Sudah hampir satu tahun dan alas solnya belum jebol. Kekurangannya cuma 2, sobek disebelah kiri karena pemakaian sehari-hari untuk mengayuh sepeda butut, dan memudar warnanya karena terpapar panas matahari. Jadinya begini...

Biar gak jebol tapi sudah jelek :p sampai teman-teman perempuan di kantor saya maksa saya untuk beli sandal sebagai ganti sepatu butut ini. Saya ditarik naik ke motor dan dibawa ke pasar..


 Jadinyaaa dibawah meja kerja saya penuh sepatu dan sandal --"

Waktu saya jalan-jalan ke Medan dengan mass tunangan, sepatu yang saya gunakan waktu itu...

mulai meniru buaya.. mangap karena lem di solnya kurang kuat.. Mas tunangan prihatin lalu membelikan saya sepatu manis ini.... :*

dan foto ini diambil waktu saya nangis sendirian di tengah keramaian airport karena nganterin mas tunangan kembali ke Jakarta :(

Well.. satu hal yang penting yang belum saya publikasikan di blog ini...
Saya sudah tunangan... Dengan seseorang yang saya temui di tempat saya bekerja sekarang.. Kadang perjalanan hidup itu terasa aneh.. Skenario Allah memang tak mudah ditebak... Hilir mudik saya mencari karir, yang saya dapat malah jodoh. Alhamdulillah... 

Perjalanan hidup saya ke Jakarta mempertemukan kami yang berasal dari kota yang sama, Jogja.

Saya dan mas tunangan, sebut saja inisialnya MBDK punya banyak cerita lucu dan seru..
Yang kadang kami bisa heran-heran tak percaya kalau lagi mengenang masa-masa itu.

Dua pasang sepatu ini bisa jadi salah satu bukti perjalanan kisah kami

Foto ini diambil pada waktu pertama kali kami pulang bersama ke Jogja. Di salah satu lesehan Lembah UGM..

Dan meski saat ini kami terpisah jarak, saya percaya jalan kami akan tetap beriringan. Bisa jadi dengan alas kaki yang berbeda-beda, namun tetap dengan satu tujuan.. Bahagia bersama.

Sekian dulu yaa.. Tunggu cerita sepatu saya yang lain :)






Minggu, 17 Juni 2012

Tentang Pernikahan dan Karier

Saat remaja dulu, berpikir tentang pernikahan itu ceremony-nya adalah hal yang utama. Dilangsungkan pada tanggal cantik dan diselenggarakan dengan meriah dan indah. Sampai-sampai saya saat itu yang masih berusia kurang dari 17 tahun sudah merencanakan akan menikah pada tanggal 11-11-11 atau 12-12-12. Itu saya dulu. Bila hingga saat ini masih ada  orang mengidentikan pernikahan dengan penyelenggaran pestanya, saya pun tak bisa menyalahkan. Tapi bukankah ada hal yang jauh lebih besar dan penting dalam menuju jenjang pernikahan itu sendiri? 

Pernikahan adalah keutuhan, bersatunya kasih sayang dua orang. Pernikahan adalah suatu kepastian hati, kesatuan tujuan, dan kebahagiaan. Dua orang yang menikah tidak akan lagi berbicara dengan bahasa aku atau kamu, tapi kita. Kamu itu aku dan aku itu kamu. Ini adalah definisi pernikahan bagi saya. Dan selebihnya tentang pernikahan pun sudah terjanjikan dengan lebih indah melalui HR berikut:
“Sesungguhnya, apabila seorang suami memandang isterinya (dengan kasih & sayang) dan isterinya juga memandang suaminya (dengan kasih & sayang), maka Allah akan memandang keduanya dengan pandangan kasih & sayang. Dan apabila seorang suami memegangi jemari
isterinya (dengan kasih & sayang) maka berjatuhanlah dosa-dosa dari segala jemari keduanya” (HR. Abu Sa’id)  

Subhanallah…
Bila benar begitu lalu buat apa menunda pernikahan? Apalagi kalau sudah ada calonnya.. Seperti tegaskan dalam HR berikut: 

“Rasulullah Saw bersabda kepada Ali Ra: “Hai Ali, ada tiga perkara yang janganlah kamu tunda-tunda pelaksanaannya, yaitu shalat apabila tiba waktunya, jenazah bila sudah siap penguburannya, dan wanita (gadis atau janda) bila menemukan laki-laki sepadan yang meminangnya.” (HR. Ahmad)
“Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah : 1. Orang yang berjihad / berperang di jalan Allah. 2. Budak yang menebus dirinya dari tuannya. 3. Pemuda/ pemudi yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram” (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Hakim) 

Usiaku sudah 23 tahun. Jauh-jauh hari aku sudah menyusun rencana hidupku untuk menikah di usia 24 tahun dan memiliki anak di usia 25 tahun. Yes, I almost get there… Dengan siapapun saya berlabuh, saya hanya ingin pastikan bahwa saya benar-benar menyayanginya, kesediaannya untuk bersabar atas banyaknya kekurangan saya, mencurahkan kasih sayang dan menjaga kesetiaannya selama mendampingi saya nantinya. Dan 1 hal lagi yang tak kalah penting, ia harus memiliki kewibawaan, iman dan taqwa yang cukup untuk membimbing saya dan anak2 saya nantinya. Bukan karena harta atau fisiknya semata..

“Barangsiapa yang menikahkan (putrinya) karena silau akan kekayaan lelaki meskipun buruk agama dan akhlaknya, maka tidak akan pernah pernikahan itu dibarakahi-Nya, Siapa yang menikahi seorang wanita karena kedudukannya, Allah akan menambahkan kehinaan kepadanya, Siapa yang menikahinya karena kekayaan, Allah hanya akan memberinya kemiskinan, Siapa yang menikahi wanita karena bagus nasabnya, Allah akan menambahkan kerendahan padanya, Namun siapa yang menikah hanya karena ingin menjaga pandangan dan nafsunya atau karena ingin mempererat kasih sayang, Allah senantiasa memberi barakah dan menambah kebarakahan itu padanya” (HR. Thabrani)  

Lalu kalau ditanya bagaimana harapan saya tentang pernikahan saya nantinya saya gak punya harapan muluk. Yang penting bukan bagaimana ritualnya tapi dengan siapa nantinya saya akan menghabiskan sisa hidup saya. 

“Wanita yang paling agung barakahnya, adalah yang paling ringan maharnya” (HR. Ahmad, Al Hakim, Al Baihaqi dengan sanad yang shahih) 

Kalau walimah itu perlu, saya mau diselenggarakan di hari yang sama dengan akad nikah, biar gak ribet dan repotnya cukup sehari. Beberapa pilihan bisa dilakukan. Mungkin saya akan menikah di Masjid yang memiliki hall atau pelataran yang cukup untuk resepsi kecil-kecilannya. Atau pilihan kedua, tetap dibuat 2 hari, tapi di hari resepsinya saya tidak mau sewa gedung, cukup book satu restoran dan pesan menu yang ada di sana, sehingga dapat menekan biaya sewa dan tidak takut kehabisan stok makanan untuk tamu-tamu yang datang belakangan. Di restoran itu tinggal susun pelaminan dan dekorasi minimalis aja.  Imaji saya kalau bisa sih restonya yang terbuka, jadi garden party gitu, undangannya jam 15.00-17.30 aja, jadi suasananya sore menjelang senja gitu. Gak ada gubuk2an, langsung prasmanan  dan ditambah koktail buah-buahan gitu. Kalau kostum saya pun maunya gak pakai kebaya, tapi busana muslim warna putih dan calon suami pakai jas aja. Simple.

Idealisme saya maunya segala hal berkaitan dengan pernikahan saya itu saya dan calon suami saya sendiri yang tanggung. Orang tua dan keluarga lainnya cukup merestui dan mendoakan saja. Jadi adanya pesta atau tidak ya tergantung dengan kemampuan saya saat itu. Kalaupun habis-habisan, saya percaya rejeki itu akan datang lagi…

“Rasulullah SAW bersabda : Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki, dan menambah keluhuran mereka” (Al Hadits)

Rumah Tangga

Yang terutama bagi saya menikah itu adalah menyatukan dua orang, dan tinggal dalam satu rumah. Gak ada cerita keluarga saya nanti terpisah oleh jarak, seperti banyak pasangan yang melakukannya demi pekerjaan atau studi. Aah pacaran jarak jauh aja tersiksa, apalagi sudah suami istri.. Kalau bisa sih ke mana pun suami saya pergi saya ikut. 

Saya rela meninggalkan pekerjaan saya bila tempat saya bertugas itu berbeda kota dengan domisili suami saya. Hakikatnya seorang istri adalah mendampingi suami. Kalau terpisah, kasihan suami saya donk, sama saja seperti bujang. Kasihan saya juga jadi jablay. Ketika saya sudah menentukan pilihan, segala konsekuensi harus diterima dan dijalankan. 

Saya akan tetap bekerja, dengan ketentuan saya harus pulang lebih dulu dari suami saya. Supaya setiap hari saya tidak kehilangan momen menyambut kedatangannya, cium telapak tangannya, dapat kecupan di kening saya, membukakan setelan kerjanya lalu menyiapkan makan malam baginya. Kebahagian yang bagaimana lagi yang bisa menandingi masa-masa seperti itu?

“Pikirkanlah sikapmu kepadanya (suami), karena sesungguhnya ia adalah surgamu dan juga nerakamu.” (HR. Ahmad, dan Al Hakim)

Dan ketika saya sudah siap menjadi ibu, saya harus relakan pekerjaan saya menjadi nomer 4 diantara lainnya. Tugas utama seorang ibu adalah mengasihi anaknya, bukan bekerja mencari nafkah.. Saya tidak mengharapkan anak saya diasuh oleh baby sitter atau neneknya. Pada masa seperti ini saya berkeinginan untuk membuka usaha saja. Atau bekerja paruh waktu. Intinya supaya sebagian besar waktu saya tetap menjadi milik anak dan suami. Sepenuhnya menjadi ibu rumah tangga bukanlah hal yang buruk, ini adalah karir yang sesungguhnya wanita perlu kejar. 

Lifelong career woman is being a mother and wife

Keberhasilan wanita adalah mampu menciptakan rumah tangga yang bahagia dan utuh, sebaliknya kegagalan wanita adalah mencampakkan keluarganya demi hal-hal duniawi yang tidak dibawa sampai mati. 

Sebuah niat tlah tertanam kini. Bismillahirrahmanirrahim.. 


Dituliskan untuk calon suamiku, MBD :)

Sabtu, 02 Juni 2012

Tentang Karir

Zaman saya sekolah dulu, saya tidak punya gambaran tentang pekerjaan yang akan saya geluti nantinya. Jenis pekerjaan yang nyata saat itu hanya dokter atau presiden, tapi saya tidak pernah bercita-cita untuk menjadi keduanya.
Sampai pada masa SMA saya mulai punya cita-cita yang tak lagi labil seperti masa kanak-kanak dulu, yakni menjadi seorang Guru TK. Alasannya simple, karena saya selalu jatuh cinta dengan anak kecil. Dan berhubung sejak SMP saya sudah jadi tante, mungkin semenjak itulah jiwa keibuan saya muncul karbitan (belum saatnya). Gimana gak pengen jadi ibu kalau liat bentuk-bentuk ponakanku yang imut-imut gini?

Kemudian ketika masuk ke bangku kuliah, ada beberapa hal yang sedikit mengubah keyakinan saya tentang pekerjaan.: lagunya Ne Yo berjudul Miss Independent, dan majalah Femina. Apanya yang menarik dari kedua hal tersebut sehingga membuat saya berubah pikiran? Lagi-lagi alasan saya sederhana, saya hanya ingin menjadi tokoh yang berkarakter seperti yang ada dalam lagu tersebut dan berpenampilan seperti model-model di majalah itu. Haha. As that simple and silly.

Then ini percobaan saya semasa kuliah untuk menjadi seperti "Wanita Karir".

Sejalan dengan berlalunya waktu, saya mulai mencari arti dari 'Kerja' itu sendiri. Kalau kerja disebut sebagai suatu usaha untuk mendapatkan uang, artinya saya sudah mulai bekerja sejak saya belum lulus kuliah. Kerja jadi Asisten Praktikum, Asisten Dosen, Asisten Penelitian saya lakukan disela-sela kesibukan kuliah. Tapi saya masih belum merasakan bahwa hal yang saya lakukan itu adalah bekerja, meskipun saya dapat uang yang lumayan saat melakukan itu semua. Setelah itu saya  melamar pekerjaan setelah ditawari oleh senior saya. Menjadi marketing disalah satu lembaga konsultan pendidikan studi luar negeri, tak cukup membuat saya yakin bahwa ini juga yang disebut bekerja, karena saya tidak menggunakan pakaian resmi seperti yang saya lihat di majalah-majalah wanita dewasa itu. Kostum kerja saya saat itu masih ala anak kuliahan, jeans dan kemeja saja. Lalu saya berubah profesi jadi dosen sungguhan (bukan asisten lagi). Eh saya juga tidak merasa bahwa saya itu bekerja, karena modal saya hanya memahami materi dan mempresentasikannya di depan mahasiswa.

Tak lama kemudian saya hijrah ke Bandung, lalu ke Jakarta untuk bekerja pada masing-masing instansi yang berbeda. Penampilan saya pun mulai menyerupai "Wanita Karir" yang berhasil dicitrakan oleh majalah-majalah ke dalam kepala saya.


Tetap tak selayaknya model-model juga sih, hehe.

Saya mulai paham tentang bekerja (seperti kebanyakan orang) saat saya melakukan hal-hal  untuk memenuhi kepentingan suatu instansi dan bertanggung jawab atas itu. Lebih komplek, bekerja bukan hanya sekedar cari uang saja, tapi bagi sebagian  orang melakukannya sebagai pemenuhan kebutuhan aktualisasi diri. Maka saya simpulkan dari situlah munjul istilah karir.

Karir adalah kenaikan tingkat dari tanggung jawab, kekuasaan dan pendapatan seseorang (Bambang Wahyudi, 162). Pandangan yang lebih luas daripada karir adalah sebagai suatu rangkaian atas sikap dan prilaku yang berkaitan dengan aktivitas pekerjaan dan pengalaman sepanjang kehidupan seseorang (individually perceived sequence of attitudes and behaviors associated with work-related activities and experiences over the span of a person’s life, Bernardin, 194). Menurut Gibson dkk. (1995: 305) karir adalah rangkaian sikap dan perilaku yang berkaitan dengan pengalaman dan aktivitas kerja selama rentang waktu kehidupan seseorang dan rangkaian aktivitas kerja yang terus berkelanjutan. Senada dengan itu Malthis menyatakan bahwa karir adalah rangkaian posisi yang berkaitan dengan kerja yang ditempati seseorang sepanjang hidupnya (hal.342).
(via  http://ekonomi.kompasiana.com/manajemen/2011/07/06/definisi-karier/)

Baca lagi apa yang telah saya Bold di atas. Saya menekankan pada kata-kata sepanjang hidup/ selama rentang waktu kehidupan. Itu artinya kalau saya mau menjadi "Wanita Karir" saya harus merelakan diri untuk bekerja sepanjang hidup saya??
Pertanyaan selanjuttnya, jenis pekerjaan apa yang membuat saya mampu bertahan selama itu??
Benarkah saya harus merelakan kehidupan saya nanti demi kepentingan instansi tertentu? Bukan untuk diri saya dan kehidupan pribadi saya??
Apa saya akan bahagia dengan mengabdikan diri pada pekerjaan??
Lalu dimana peran wanita saya yang lainnya??


*bersambung...

Senin, 14 Mei 2012

Teguran (lagi)

dear God..

lagi.. Berkali kehilangan benda kesayangan karena kecerobohan sendiri. Mau teriak-teriak sampai jelek juga barang itu gak akan kembali. Jadi cukup diyakinkan saja, bahwa ada hikmah di balik kejadian ini.

ya ya ya
Kata orang kalau kita kehilangan barang itu artinya kurang sodaqoh.. jadi Tuhan ambil barang kita itu sebagai ganti ketidaksadaran kita atas kewajiban memberi kepada orang lain

Jujur aja saya emang pelit belakangan ini. Perhitungan sama hal-hal sepele. Hari ini aja saya gak kasih tips buat mbak salon yang udah ngerjain saya seharian. Sepulang dari salon, saya yang menaruh BB gemini saya di saku jaket, mendadak setengah perjalanan sadar BB itu sudah tidak ada di saku lagi. :(

Mau bilang apa kalau sudah kejadian begitu?
Berhubung saya udah berkali kehilangan barang, yang saya andalkan hanya doa:
"semoga yang mendapatkan barang saya itu benar membutuhkan, biarkan itu menjadi rejekinya, dan semoga bermafaat baginya."
Sejauh ini cukup manjur untuk meredam kekecewaan.

Tapi kali ini saya dapat insight yang lain..
Bicara tentang rejeki, awalnya saya pikir rejeki itu adalah sesuatu yang AKAN saya dapatkan.
Tidak harus selalu berupa uang, tetapi bisa berupa teman baru, pekerjaan baru, jodoh, hadiah, kesehatan, keselamatan, dll.
Tapi khilaf saya adalah merasa bahwa pintu rejeki saya saat ini hanya dari gaji bulanan saja. Niatan menabung sebanyak-banyaknya untuk mewujudkan angan-angan dan kebutuhan masa depan seolah menutupi kewajiban memberi itu tadi.
Ternyata saya salah setelah saya merasakan kehilangan. Apapun yang TELAH kita miliki saat ini juga merupakan rejeki, makanya tetep harus dijaga.

THANKS ALLAH.. masih memberiku rejeki berupa kesehatan, persaudaraan, dan rasa kasih sayang yang saya terima slama ini.
Blackberry yang sekalipun saya peroleh dari hasil kerja keras saya sendiri, tetap tidak sebanding dengan rejeki yang masih saya terima saat ini...
Dan kalau mau menjaga rejeki itu tetap ada, saya mau belajar ilmu berbagi lebih banyak lagi dan lebih berhati-hati tentunya..

Ucapkan Alhamdulillah atas teguran ini, dan baca Bismillah untuk niatan menjadi orang yang lebih baik lagi..

Jumat, 11 Mei 2012

Turning On 23th

Sejalan dengan bertambahnya usia, ternyata kita dapat lihat siapa orang yang benar-benar sayang dan setia dalam kehidupan kita. Sederhana kok melihatnya. Orang yang tak pernah lupa mengucapkan selamat ulang tahun setiap tahunnya. Dan hari ini saya bahagia dan berbangga hati, karena orang itu adalah Ibu saya sendiri :')

Terbangun pukul 05.00 oleh suara dering telpon, dengan layar tertulis "Mamahku saaayang"

Dan doanya yang terucap berulang tahun ini.. "Semoga kamu bertambah dewasa, dan bersikap sebagai orang dewasa, semoga diberi kemudahan dalam segala hal." Aamiin




Minggu, 01 April 2012

KITA

entah harus memulai dari mana
kini ketika aku ingin membuat cerita
kita, tak hanya berarti aku dan kamu saja
ada juga dia
kita adalah aku, kamu dan dia
tak terhindar
tak terelak

tak ada yang salah dari sebuah pertemuan
atau rasa yg menggelayang setelah itu
bukan sebuah cinta pada pandangan pertama
alasannya pun tak terangkai dalam kata
aku hanya ingin menjadi sesuatu
tapi bukan diantara kamu dan dia

bagaimana bila aku menguraikan lagi kata "kita"
menjadi cukup "aku" saja?
hanya agar kamu tak perlu memetakan hati lagi

bahagiaku ada
bila kamu dan dia bahagia
tanpa aku di antaranya



Selasa, 06 Maret 2012

cemburu

hai kamu...
baru sekali ini kamu mengakui kecemburuanmu
pada sesuatu yang sesungguhnya tak perlu
bukankah kamu tahu isi hatiku?

bila aku dan kamu bertarung untuk menuliskan tentang kecemburuan, maka biarkan aku yg memulainya..

aku cemburu pada bantalmu - yang dapat jadikan tumpuan ketika kamu lelah 
aku cemburu pada gulingmu - yang kamu peluk dan selalu menemanimu tidur
aku cemburu pada gelasmu - yang sering kali kamu kecup dengan bibirmu
aku cemburu pada kipas anginmu - yang mampu menyejukkanmu
aku cemburu pada jaketmu - yang mampu menghangatkanmu ke manapun kamu pergi
aku cemburu pada phone mu - yang selalu kamu banggakan dan selalu kamu perhatikan..

terlebih..
aku cemburu pada kotoran dan debu di kamarmu..
yang kamu pertahankan untuk selalu ada di sudut-sudut kamarmu..

aku tahu, aku tak bisa menjadi benda-benda itu
aku juga tak mau jadi debu
atau guling milikmu yang kerasnya menyamai batu
sekalipun aku ingin selalu bersamamu..

maka tolong dengarkan pintaku...
jauhkan saja rasa cemburumu

-dari aku, yang sedang belajar memahamimu-





Senin, 05 Maret 2012

.

aku harus bercerita pada siapa?
seseorang yang tidak menghakimi setelah aku bercerita

aku harus mencari siapa?
tak tahu kah mereka
bahwa aku sudah terlalu lelah mencari
aku lelah dihakimi

lain kali biarkan aku bicara pada segelas air
yg lalu ku minum
sehingga tertelan olehku (lagi)

Minggu, 19 Februari 2012

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Saat Menghadapi Wawancara Kerja

by: Emamiridya E. Yupi
(repost from Career & Alumni Services (C&A) Telkom Polytechnic on Monday, June 20, 2011 at 2:13pm) ·
Apa yang anda rasakan ketika harus menghadapi wawancara kerja?
Grogi? Bingung bagaimana harus bersikap? Mau tahu pertanyaan apa yang paling sering ditanyakan, dan bagaimana menjawabnya? Baca ini dulu baru tahu :)

Sikap
Penilaian sudah dimulai sejak kalian memasuki ruangan wawancara. Gunakan pakaian yang rapi, formal dan jangan terlalu berlebihan. Ucapkan salam dan jangan langsung duduk bila belum dipersilakan. Bila pewawancara sedang sibuk, tanyakan terlebih dahulu.
Letakkan tas di bawah, lalu cari posisi duduk yang paaaaaling nyaman, dan tegak menghadap pewawancara.
Don’t:
  • banyak bergerak (berpindah posisi duduk)
  • menggoyang-goyangkan kaki
  • menyilangkan kaki
  • meyilangkan tangan
  • posisi tangan tidak berada di atas meja
  • duduk bersandar
Menjawab Pertanyaan
Pertanyaan umum yang paling sering diajukan antara lain:

1.       Silakan diskripsikan tentang diri Anda!
Dalam menjabarkan diri, baiknya anda tidak menyebutkan semua yang tertulis di CV. Hal yang utama adalah nama, lulusan dari mana, lulusnya kapan (atau kalau belum lulus sebutkan angkatan dan target lulus), usia, dan asal. Selain itu anda bisa menyebutkan keahlian dan pengalaman (misalnya: bekerja/organisasi dulu posisinya apa, presentation skill, pemograman, dll) tapi secra singkat saja

2.       Ceritakan pengalaman organisasi/ bekerja Anda!
Ketika ditanya lebih lanjut mengenai pengalamanmu, maka jelaskan posisi dan tanggung jawab pokok yang pernah diampu.

3.       Permasalahan  apa yang pernah dihadapi saat mengampu tanggung jawab organisasi/bekerja?
Jawablah dengan taktis. Berikan gambaran permasalahan dengan jelas (tapi tidak bertele-tele), dan cara penyelesaian terhadap permasalahan tersebut

4.       Apa kelebihan dan kurangan diri Anda?
Setiap orang pasti punya kekurangan dan kelebihan. Maka jangan ragu untuk menyampaikannya. Jangan menggunakan “kata teman saya” tapi langsung saja merujuk ke kata “saya adalah seorang yang …….”
Saat bicara tentang kekurangan, sampaikan juga apa yang kalian lakukan untuk mengatasi/mengurai kelemahan itu, karena yang terpenting adalah adik-adik sadar dan berniat untuk memperbaiki kekurangan itu.
Dan yang paling dalam menjawab pertanyaan ini adalah kejujuran. Karena pewancara juga bisa tahu ketika kamu berbohong ;)

Don’t:
  • bilang “Wah saya gak tahu apa kelebihan dan kekurangan saya, biar orang lain yang menilai”
  • terlihat berpikir lama dan bingung
5.       Apa yang Anda ketahui tentang perusahaan ini/ jabatan yang Anda lamar ini?
Untuk menjawb pertanyaan ini maka anda harus cari tahu dulu ya sebelum wawancara. Jangan jawab asal-asalan/ jawab “saya tidak tahu”.

Secara umum, jangan menjawab secara bertele-tele yaa. Gunakan narasi induktif. Secara khusus (to the point) lalu dijabarkan bila diminta. Pewawancara tidak suka mendengar cerita yang terlalu panjang dan tidak relevan dengan pertanyaannya.

Mengatasi Grogi
Mempersiapkan jawaban dari pertanyaan umum di atas akan membantu anda untuk mengatasi grogi yang berlebihan. Latihan wawancara dengan teman, atau berbicara di depan cermin juga merupakan bentuk persiapan yang akan mengurangi grogi ketika menghadapi wawancara yang sesungguhnya. Pada pelaksanaannya atur nafas dan berdoa terlebih dahulu.

Kunci utama: Yakin, dan percaya diri bahwa teman-teman BISA!

Tips Menulis Surat Lamaran dan CV Melalui Email

By: Emamiridya E. Yupi
(repost from Career & Alumni Services (C&A) Telkom Polytechnic on Thursday, June 9, 2011 at 5:48pm)
 ·
Seiring dengan perkembangan teknologi yang mempermudah manusia mengakses, menerima dan mengirimkan informasi, permohonan untuk mengiriman surat lamaran dan CV melalui email menjadi hal yang akrab bagi kita.  Namun ternyata tak banyak referensi mengenai tata cara pengiriman surat lamaran dan CV yang baik melalui email. Padahal CV dan surat lamaran merupakan gerbang awal untuk mencapai perusahaan yang kita impikan. Berawal dari CV dan surat lamaran inilah terbuka kesempatan untuk menunjukkan kompetensi kita yang sesungguhnya. Kali ini saya akan membantu untuk menuliskannya, supaya teman-teman tidak lagi terjebak kekeliruan yang berulang.

Penulisan surat lamaran
Surat lamaran sebaiknya dituliskan di badan email, tidak dalam bentuk attachment. Isinya sama seperti penulisan surat lamaran konvensional. Secara sederhana, singkat jelas, dan padat. Sebaiknya tidak lebih dari 3 paragraf. Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain:

1.       Paragraf pertama,tuliskan dari mana sumber informasi lowongan dan posisi apa yang ingin teman-teman lamar.

2.       Paragraf kedua, jelaskan tentang diri: nama, usia,  pendidikan terakhir, IPK, dan waktu kelulusan. Tuliskan juga kelebihan atau kompetensi teman-teman yang berhubungan dengan posisi yang ingin dilamar. Misalnya posisi yang ingin dilamar adalah akunting, gambarkan diri teman-teman sebagai orang yang detail-oriented, teliti, rapi, well-organize dll. Tapi gak perlu panjang lebar atau membual. Tuliskan apa yang ada pada diri teman-teman.

3.       Paragraf ketiga, tuliskan bahwa teman-teman akan berkontibusi optimal karena memiliki kualifikasi yang sesuai dengan yang dicari oleh perusahaan. Sampaikan kesediaan teman-teman untuk mengikuti proses seleksi berikutnya. Dan terakhir jangan lupa ucapan terima kasih.

4.       Bahasanya disesuaikan dengan info lowongan yang teman-teman dapat ya. Kalau perusahaan menuliskan info lowongannya dengan bahasa Inggris, maka sebaiknya surt lamaran dan CV yang teman-teman kirimkan juga dengan bahasa Inggris.

Penulisan CV
Sebaiknya gunakan format Word. PDF boleh juga, tapi perhatikan size yang akan dilampirkan nanti. Terkadang pada perusahaan menuliskan size maksimal attachment. Tapi bila tidak dituliskan usahakan kurang dari 300kb. Untuk mensiasatinya, teman-teman tak perlu melampirkan scan ijazah, contoh karya, atau sertifikat, kecuali diminta. Kalaupun diminta untuk melampirkan, usahakan diresize jadi ukuran yang lebih kecil.

Foto disertakan di Word saja, jangan foto narsis ala profile Facebook, tapi pasfoto dengan pakaian yang formal. Hal ini penting untuk menujukkan kesungguhan teman-teman.

Yang perlu dituliskan di CV antara lain:
1. Data pribadi: alamat, no telepon/hp, email, agama, status, berat badan dan tinggi badan (bila melamar di perbankan)
2. Latar belakang pendidikan: sejak SD sampai pendidikan terakhir. Tuliskan tahun masuk dan tahun keluarnya.
3. Pengalaman kerja: periode kerja, perusahaan, jabatan, dan jobdes
4. Pengalaman Organisasi/ kepanitiaan. Nah buat teman-teman yang aktif, pengalamannya tidak perlu dituliskan semua ya. Tuliskan mulai dari SMA hingga akhir, tapi yang jabatan fungsional structural saja, dan fungsi kerjanya berkaitan dengan posisi yang ingin dilamar. Misalnya pengalaman sebagai sie perlengkapan yang berlangsung 1 hari tidak perlu dituliskan. Atau melamar sebagai programmer pengalaman sebagai sie konsumsi juga tidak perlu dituliskan :)

5. Skill
  • Bahasa. Tuliskan seberapa kemampuanmu dalam bahasa asing. Misal: Bahasa InggrisListening (Excellent), Writing (Intermediate), Speaking (Basic)
  • Hard skill. Misal: mahir dalam pemograman java, dll
  • Soft skill: communication skill, teliti, pekerja keras, mampu bekerjasama dalam team, dll.
6. Referensi
Terkadang kita perlu menuliskan data seseorang yang mengenal kita dengan baik. Misal atasan di tempat kerja sebelumnya, atau dosen pembimbing teman-teman. Usahakan tidak menuliskan anggota keluarga. Fungsinya bagi perusahaan adalah untuk mengkroscek data menggali informasi teman-teman dari orang tersebut.

Attention: jangan menulis banyak-banyak, usahakan CV hanya 2 halaman saja, atau maksimal 3 halaman. Kalau mau memperingkas, teman-teman tidak perlu menuliskan semua latar belakang pendidikan, SMA dan Kuliah saja cukup. Atau lihat lagi pengalaman organisasi yang teman-teman tulis, terkadang teman-teman suka kebawa narsis, jadi menulisnya lebay deh. Fontnya, size dan space juga bisa disiasati kok. Jangan terlalu rapat, jangan terlalu renggang, hurufnya jangan terlalu kecil dan jangan terlalu besar. Intinya “yang sedang-sedang sajaaaaa..”

Minggu, 12 Februari 2012

Many Song for You

Entah sejak kapan
Saya yang ekspresif, mudah untuk menyampaikan pemikiran saya saat bicara dengan orang lain, menjadi gagu dan terasa ngelu ketika mulai membicarakan perasaan saya..
Tes bakat terakhir menujukkan angka sempurna bagi kemampuan berbahasa saya seolah tidak tercermin saat saya ingin bicara hati..
Terjanggal.. tak leluasa
Ada ketidakpatutan yang sekiranya harus tertutupi..
Saya jadi pembohong..
Bukan karena tidak menyatakan sesuatu dengan benar
Tapi hanya karena tak menyampaikan semuanya
Menahan diri supaya tidak menyakiti orang lain
Tapi menyakiti diri sendiri
Setidaknya hingga kini
Saya meyakini cara ini lebih baik

Saya tak pandai lagi berbicara
Menulis mungkin masih bisa
Tapi saya bukan pujangga yang fasih merangkai kata
Maka saya punya cara lain
Menyanyi
Tapi lagi-lagi saya hanya menikmatinya di dalam kamar mandi
Tak tersampaikan

Muncullah hobi baru
Mencari lagu dan liriknya
Lirik-lirik yang menggambarkan perasaan saya
Biarkan lagu-lagu itu yang jujur
Biarkan lagu-lagu itu yang mewakili kata-kata dari hati saya
Meskipun entah kapan dapat kunyanyikan di hadapannya

Demi sebuah rasa yang masih 'rahasia'
Untuk sementara saya simpan saja 
dalam folder bernama "Untuk dia"

Minggu, 08 Januari 2012

Hati-hati Penyusup Hati

aku ingin menuliskan sesuatu tentangnya
tapi apa kata-kata yang tepat baginya?

Oh ya mungkin dia penyusup
yang diam-diam masuki hatiku
tapi tanpa bermaksud ingin memiliki seperti halnya seorang pencuri
dia hanya ingin tahu
bila sudah tahu, ya berlalu

tapi sekilat apapun dia
tetap saja meninggalkan jejak
adakah jejak itu perlu dipertahankan?
aku rasa tidak

dia sudah pergi
mungkin sedang mencari rumah yang hendak dia huni
bukan hanya untuk disusupi
yang pasti bukan di sini
bukan di hatiku yang telah termiliki

Minggu, 01 Januari 2012

Di Bawah Langit Jakarta

Here came again.. New Year Eve..


Teringat terakhir kali saya menulis tentang tahun baru, 2008, kini Tuhan (Alhamdulillah) masih mempertemukan saya pada perayaan tahun 2012.
Setelah sekian lama saya tidak merayakan tahun baru, kali ini dengan dalil saya sedang di Jakarta, maka saya ingin melihat beda antara perayaan tahun baru di Jakarta dan Jogja.
Setelah malam mengamati, kembang api di langit Jakarta dan Jogja ternyata sama saja, yang membedakan hanya teman-teman yang menemani saya.
Bila ditarik setahun yang lalu saya tidak pernah membayangkan akan tinggal di bawah langit Jakarta, melihat kembang api yang meluncur tepat di atas kepala, dan berkumpul dengan mereka.

Times change definitely 
Sekalipun kelipatannya tetap sama, 60 detik dalam semenit. 60 menit dalam 1 jam, 24 jam dalam 1 hari, dan 7 hari dalam seminggu, begitu seterusnya.

But, are people change?

Apakah setiap hari Selasa berarti lebih baik dari hari Senin? Atau Januari 2012 berarti lebih baik dari Desember 2011??

Spirit perubahan yang menjadi alasan tiap perayaan tahun baru bukankah lebih baik bila di break down menjadi spirit perubahan tiap hari?

Terima kasih Tuhan, karna Kau memaksaku untuk berubah..
Di Jakarta ini aku kan berjuang :)