5 Ramadhan 1431 HDi Kediri Ada Kampung Inggris!Pare, Ibu Kota Kabupaten Kediri, Jawa Timur mungkin sudah tidak asing lagi bagi sebagian besar orang di Indonesia. Bila ada yang baru mendengarnya, sehingga tidak tahu bahwa Pare sudah menjadi sentra belajar bahasa inggris, maka saya yang akan memberikan deskripsi sejelas yang saya mampu. Kebetulan saya baru dua minggu lalu meninggalkan kota itu.
SuasanaYang disebut Kampung Inggris itu sebetulnya hanya satu desa/kelurahan saja, namanya Desa Tulungrejo. Desa ini mempunyai satu jalan utama yaitu Jl. Brawijaya. Di sisi-sisi jalan tersebutlah ada berbagai kursus bahasa inggris. Akan sangat mudah pula ditemukan warung-warung makan, warnet, dan pertokoan kecil.
Di dalam-dalam perkampungan juga masih bisa dijumpai sawah maupun ladang jagung. Di sore sekitar pukul 17.20 hari carilah sawah terdekat, karena ketika mendekati sunset, langit akan begitu berubah menjadi jingga. Komposisi antara hijaunya sawah, langit biru dan sinar sunset yang jingga tidak akan ditemui di kota.
Bila ingin menemukan kota Pare, cukup bersepeda sekitar 10 menit. Sehingga bisa dikatakan Desa Tulungrejo terletak pada lokasi yang strategis.
TransportasiUntuk aktivitas harian di sana, biasa pelajar cukup menyewa sepeda karena untuk akses ke mana-mana dekat. Biaya untuk menyewa sepeda 40rb/bulan. Suasana desa yang masih kentara dan bersepeda ke mana-mana, adalah perpaduan yang serasi. Tanpa polusi, hemat, dan membuat badan sehat.
Program-Program Hampir semua kursusan memiliki 2 periode pendaftaran, yaitu tanggal 10 dan 25 di tiap bulannya. Ada yang menawarkan program 2 mingguan ada pula yang sebulan.
Masing-masing kursusan memiliki keunggulan yang berbeda-beda, mulai dari Speaking, Pronunciation, Grammar, TOEFL Preparation, IELTS, Translation, dan Writing. Maka dari itu sangat wajar bila pelajar di sana mengambil tidak satu program atau satu kursusan saja. Semua dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Hanya perlu berhati-hati dan pasang strategi untuk menyusun jadwal. Rata-rata program membutuhkan dua kali pertemuan dalam sehari. Jadi kalau Anda ingin mengambil banyak program sekaligus, pikirkan pula waktu istirahat Anda. Tiap program, selayaknya mata kuliah/ mata pelajaran di sekolah, pasti membutuhkan fokus, karena ujian dan tugas-tugas juga cukup menyita waktu, perhatian, dan pikiran.
Saran saya, jangan terlalu terobsesi untuk mengambil semua program. Bagi waktu, dan jaga kesehatan.
Lebih baik Anda fokus pada satu atau dua hal saja, namun Anda dapat meluangkan waktu belajar Anda secara maksimal. Daripada melakukan banyak hal namun dengan hasil yang setengah-setengah, dan dengan kondisi fisik yang melemah
Dormitory
Di sini akan sangat mudah menemukan dormitory/ kos-kosan (kecuali di musim libur sekolah/kuliah). Ada dua macam tempat tinggal di sini, yaitu English area dan non English area.
Perbedaannya akan sangat jelas. Di English area, semua member berkewajiban menggunakan bahasa inggris dalam percakapan sehari-hari. Selain itu ada program khusus di pagi setelah sholat subuh dan malam hari setelah sholat magrib, biasanya untuk memperlancar speaking. Debate, discussion, speech, presentation, latihan pronunciation, jadi makanan sehari-hari. Jadwal jadi lebih teratur, dan belajar engglish jadi lebih intensif. Satu kamar biasa dihuni oleh 2-3 orang, alasannya agar ada interaksi dan conversation. Kekurangannya mungkin sebagian orang akan terganggu dengan jadwal yang lebih padat, danperaturan lebih ketat. Tapi disiplin dan keteraturan serta persahabatan di English area ini pasti akan lebih terasa. Bila dibandingkan dengan kos-kosan biasa, mungkin privasi lebih terjaga. Tapi kekurangannya ya terkesan lebih individualis dan kurang mendukung aktivitas belajar bahasa inggris tentunya.
Kursus UnggulanBegitu banyak kursusan yang ada di Pare, seperti yang saya bilang sebelumnya memang punya keunggulan masing-masing. Beberapa dari kursusan tersebut ada hubungan saudara. Hehe. Artinya para tutor/pengajar di kursusan ini biasanya pernah mengajar di kursusan lainnya. Jadi secara kualitas ya mungkin tidak jauh beda, perbedaannya hanya jam terbangnya saja, karena sebagian besar masih terbilang ‘baru lahir’. Di bawah ini saya akan membahas sekilas beberapa lembaga/kursusan yang ternama di pare.
SMART ILC
Ini adalah kursusan utama saya selama saya belajar di Pare. Konsep dari SMART ILC ini menyerupai sekolah alam. Jangan bayangkan kami belajar dalam gedung seperti sekolahan, setiap anak mendapatkan satu meja dan satu kursi, karena pada nyatanya kami biasa belajar di sembarang tempat. Di dekat sawah, di pinggir jalan, di kebun, cukup dengan membawa tikar dan papan tulis kecil, maka kelas dapat diselenggarakan. Lembaga ini memang kurang dari segi fasilitas, tapi kalau dari segi kualitas saya berani bilang SMART ILC itu TOP BGT! :D
Lembaga ini mungkin satu-satunya yang menyaratkan placement test untuk masuk dalam tiap tingkatan kelasnya , dan persyaratan maksimal absen bagi para pelajarnya. Jadi sistemnya seperti kuliahan, karena kalau bolos lebih dari 4 x maka mahasiswa dilarang mengikuti Final Exam :D
Seperti sekolahan juga, kalau tidak memenuhi skor yang ditentukan, maka siswa dianggap tidak naik kelas dan harus mengulang di kelas yang sama selama 1 bulan lagi. Dengan peraturan yang ketat inilah mereka mampu menjaga kualitas para Alumninya.
Tiap program SMART ILC ini durasinya 1 bulan, dengan dua kali periode masuk tiap bulannya. Kelas-kelas yang ditawarkan antara lain: Speaking (1,2,3), Pronunciation (1,2), Grammar (1,2,3,4,5), dan TOEFL (Pre-TOEFL, TOEFL Class).
Dengan suasana kelas yang santai dan tutor-tutor yang bersahabat, dan struggle for studying, saya yakin banyak pelajar yang terkesan dan rindu dengan lembaga ini. Oiya, lembaga ini juga punya English Area Dormitory. FIY: untuk belajar di lembaga ini, perempuan wajib pakai jilbab lho.
KRESNA dan OXFORD
Dua lembaga ini punya kesamaan, yaitu spesialis Grammar dan durasi programnya 2 mingguan. Mereka membagi bagian-bagian dari grammar dalam kelas-kelas/ level-level yang berbeda. Tingkatannya pun diurutkan sesuai dengan tingkat kesulitan. Jadi kita harus mampu mengukur kemampuan diri kita sendiri atau tahu betul apa yang kita butuhkan kalau mau kursus di sini.
Tapi karena saya sendiri belum pernah kursus di sini jadi saya nggak tahu gimana metode pembelajarannya. Oya, Oxford juga punya dormitory / English camp yang program khususnya adalahTOEFL Preparation.
ELFAST dan LOGICO
Logico itu peranakannya ELFAST, keduanya jago Grammar juga. Tutornya sama, jadi secara kualitas sama-sama bagus. Bedanya Cuma durasinya aja, Elfast itu per 1 bulan, kalau Logico per 2 minggu. Indormasi tambahan yang bisa saya berikan, ada beberapa kelas di Elfast yang hanya buka pada periode 10 (Pre-TOEFL, TOEFL, writing, dll), Logico ada kelas Privat, dan keduanya punya dormitory.
EEC dan MAHESA
EEC ini adalah nenek moyangnya semua lembaga bahasa inggris di Pare. Peraturannya ketat, karena pelajarnya diwajibkan menggunakan seragam atasan putih, bawahan hitam, dan perempuannya juga wajib pakai jilbab selama belajar di sini. Mahesa juga wajib jilbab, karena keduanya ini basisnya adalah pesantren. Tapi kalau dari segi fasilitas dan kualitas tak perlu ragu deh. Mereka juga punya gedung khusus seperti sekolahan dengan bangku dan meja bagi para siswanya.
Kalau programnya maaf saya kurang tahu infonya, tapi setahu saya mereka lebih unggul di grammar daripada speaking. Keduanya juga punya dormitory kok.
ACCESS dan ENGLISH STUDIES
Dua lembaga ini juga peranakan. Hehe. Satu kantor, dan satu tempat belajar juga. Keunggulan mereka adalaha fasilitas yang canggih! Mereka punya LCD, Viewer, dan Speaker yang bagus. Hehe. Tapi gaya belajarnya tetap lesehan. Durasinya 2 mingguan. Program yang ditawarkan cukup berbeda, mereka menyediakan Conversation (1-5), Pronunciation, IELTS class, weekend class, job interview, academic listening, academic structure, academic reading, business English, ITP TOEFL, IBT TOEFL, Teacher Training. Tapi bersiaplah untuk perpindahan kelas dan waktu belajar yang tak tentu. Access juga punya dormitory.
BiayaNahhh ini bagian yang saya suka… Living cost di Pare terbilang murah.
Biaya tempat tinggal berkisar diantara Rp. 100.000-200.000. Yang 200 ribu itu sudah dapat layanan hotspot selama sebulan lho.
Biaya makan per satu kali makan berkisar antara RP. 3.000-6.500 aja. Nah yang 6.500 itu udah sekelas nasi bakar/ soto lamongan.
Biaya program berkisar antara Rp. 30.000 – 150.000. Yang 30 ribu itu program dua mingguannya Kresna, yang 150.000 ribu itu program 2 mingguannya English Studies.
Biaya sewa sepeda Rp. 40.000/bulan.
Biaya dari Jogja ke Kediri by travel Rp. 100.000, kalau naik kereta bisnis turun Jombang/Kediri Rp. 65.000, dari situ silakan naik angkutan saja :D
Pengalaman belajar dan tinggal di Pare, bertemu dengan orang-orang yang hangat dari beragam asal dan budaya, punya semangat tinggi dalam belajar dan mengajar -->
priceless..Oh Saya rindu Pare..
Pare I’m in Love…