Jumat, 21 Oktober 2011

Menentukan Pilihan



Tugas saya saat menjadi Konselor Karir, salah satunya adalah membantu mahasiswa/ alumni untuk mendapatkan pekerjaan. Selain itu, menjadi hal yang biasa bagi saya untuk membantu mahasiswa/alumni membuat sebuah keputusan diantara beberapa pilihan yang menyangkut karir mereka di masa yang akan datang, seperti ini misalnya. 

Perusahaan A atau Perusahaan B ?
Masih takut mengambil keputusan? Ragu mau terima tawaran kerja yang udah di depan mata? Atau masih dilanda kebimbangan dengan dua tawaran di tempat yang berbeda? Ada beberapa hal yang dapat dijadikan pertimbangan, diantaranya adalah lima hal utama di bawah ini:

1. Posisi Kerja

Posisi kerja ini akan berkaitan dengan kemampuan/ kompetensi yang kita miliki. Posisi kerja memang tak selalu sesuai dengan background pendidikan. Selama kita qualified dengan standar perusahaan atau memiliki kemauan, sebenarnya posisi apapun tidak menjadi masalah. Bila harus memilih, maka pilihlah posisi kerja yang lebih Anda sukai atau lebih menjanjikan karir yang berkembang.

2. Gaji

Tidak perlu menutup mata, bahwa tujuan utama seseorang bekerja adalah untuk mendapatkan penghasilan agar dapat hidup layak. Namun sebelum bekerja, minimal jobseeker harus tahu standar gaji posisi yang dilamar. Cara mengetahuinya bisa dengan bertanya pada senior yang pernah bekerja di posisi tersebut, atau didapat dari search engine. Tapi sebagai gambaran nih, berdasarkan pengalaman saya mencari tahu sana sini, untuk D3 standar hidup di Jakarta itu berkisar 1,5-2,5 jt. Sedangkan untuk lulusan S1 lebih beragam lagi, sangat tergantung besar kecilnya perusahaan tersebut dan posisi yang ditawarkan.

Sebagai contoh, untuk posisi Frontliner di Bank, take home pay mulai dari 1,8 juta (kontrak outsource) sampai 2,2 juta di awal. Selain bank, untuk posisi officer juga mulai dari 1,8 – 2,7 di awal.

Apabila ingin mendapatkan penghasilan 3 juta ke atas maka silakan incar posisi MT (Management Trainee),ODP (Officer Development Program), atau MDP (Management Development Program). Istilahnya bisa saja berbeda di setiap industry, tapi intinya adalah orang-orang yang terpilih akan training selama beberapa bulan untuk langsung mendapati posisi selevel supervisor setelah training berakhir. Program percepatan karir seperti ini menjadi popular salah satunya karena income yang menggiurkan.

Tapi apabila Anda mendapatkan tawaran 1,5 – 1,8 juta di Jakarta jangan terburu menolaknya lebih dulu. Tanyakan apakah gaji itu sudah termasuk tunjangan-tunjangan. Apakah ada tunjangan lembur? Transport? Makan siang? Bonus? Insentif triwulan? Jaminan kesehatan? Karena sebenarnya masih banyak komponen penghasilan, tidak semata pada gaji pokok atau take home pay per bulannya.

Dan yang perlu digaris bawahi adalah sebesar atau sekecil apapun pendapatan seseorang, yang menentukan keberlangsungan hidup adalah gaya hidupnya. Mau digaji 5 juta perbulan tapi suka gonta-ganti gadget, ke café tiap hari, juga jadi hal yang sia-sia. Maka aturlah keuangan sebaik mungkin.

3. Kesempatan Berkarir dan Berkembang

Poin ini penting untuk diperhatikan. Perusahaan besar biasanya menawarkan gaji besar, tapi terkadang jarang memberikan kesempatan karyawannya untuk berkembang. Hal ini biasa disebabkan oleh jumlah karyawan yang banyak dan persaingan yang ketat.

 Gaji awal bisa saja besar, namun bayangkan bila kita berada diposisi yang sama selama beberapa tahun ke depan. Kebanyakan akan merasa jenuh, digantung, tak bersemangat bekerja dan bisa jadi berakhir pada pengunduran diri. Nah sebelum terlanjur seperti itu, cari tahu jenjang karir yang ada di perusahaan tersebut. Selain itu cari tahu juga apakah ada upaya peningkatan kompetensi yang akan diberikan perusahaan? Misal adanya pelatihan, diklat, dll. Intinya bayangkan apa yang akan terjadi pada Anda 2 tahun, 3 tahun, 5 tahun ke depan hingga bila perlu hingga pensiun nanti.

Hindari perusahaan yang menawarkan kontrak temporary, seperti hanya selama 1 tahun bekerja, atau tanpa ada kejelasan jangka waktu kontrak hingga diangkat sebagai pegawai tetap. Lalu untuk mengatasi persaingan yang tetat, pastikan bahwa persaingan tersebut menjadi tekanan yang positif, yang memotivasi agar terus meningkatkan kinerja kita. Bila tidak yakin akan kemampuan bersaing ini, mungkin ada baiknya mencari tempat bekerja yang tidak terlalu dinamis.

4. Citra perusahaan

Kenali perusahaan tersebut. Bisa dengan bertanya pada senior yang pernah bekerja di sana, atau searching di google atau kaskus misalnya. Bila citra perusahaan terjaga atau bahkan ternama, maka tak perlu ragu untuk memilihnya.

5. Lingkungan Kerja

Perhatikan lokasi kerja perusahaan tersebut. Apakah berada di posat kota, atau sebaliknya jauh dari peradaban? Hal ini perlu diperhatikan karena berkaitan living cost dan akses transportasi. Lalu di manakah penempatan kerja? Hal ini patut untuk dipertimbangkan karena perbedaan kota juga akan mempengaruhi ritme kerja.

Setelah melihat pertimbangan-pertimbangan di atas, waktunya untuk membuat sebuah keputusan. Jangan takut salah pilih.
 Menentukan pilihan bukan perkara benar atau salah, melainkan kesempatan untuk belajar memegang tanggung jawab pribadi dan menghadapi konsekuensi dari pilihan itu sendiri.

Teruslah belajar, karena setiap apa yang terjadi pada kita, tak pernah dimaksudkan Tuhan untuk menjadi hal yang sia-sia.

Selasa, 27 September 2011

Berapa Pohon yang Telah Kamu Tebang?

Tolong jawab pertanyaan ini?

Kalau jawabanmu adalah "Saya tidak pernah menebang pohon sama sekali," maka kalau saya guru saya akan beri nilai NOL.

Kertas yang kita sehari-hari pakai itu terbuat dari apa?
Tissue yang kita buang-buang itu terbuat dari apa?
Lalu meja, kursi, dipan, lemari, bahkan sapu itu terbuat dari apa?
Ya dari pohon kan?

Hehehe. Saya cerita sedikit tentang saya ya, boleh lah yaaa..

Saya ini orangnya pelit.
Kalau pakai tissue secukupnya aja. Kalau beli tissue bukan yang kotak merk Paseo, atau Tessa, tapi pakai merk Multi, yang kecil ukuran persegi itu. Sebagai gantinya saya punya lap di kosan.

Eh ternyata saya bukan cuma pelit tapi ngiritt.
Kebiasaan saya sejak SD sampai SMA, tiap pergantian caturwulan atau semester belum tentu ganti buku tulis baru. Kalaupun gengsi pakai buku tulis lama, lembar sisa yang masih bersih itu pasti saya sobek dan saya jadikan satu dengan lembaran sisa buku lainnya lalu saya jadikan orek-orekan matematika (Bahasa Indonesianya 'orek-orekan" = coret-coretan). Bahkan sangking iritnya saya, waktu kuliah, isi binder saya itu ya kertas sisa buku tulis itu :D
Kertas HVS yang sudah dipakaipun saya kumpulkan dan saya gunakan sisi kosong lainnya untuk mencatat dll.

Hahaha konyol sih sebanarnya. Tapi setelah saya gedhe gini saya jadi tahu bahwa ada hikmah dibalik kebiasaan irit saya itu. Saya mungkin sudah menyelamatkan setidaknya 1 pohon untuk tetap hidup :)

Pelit dan irit saya bukan hanya dari penggunaan kertas dan tissue, tapi juga penggunaan plastik kresek.
Saya mengumpulkan kresek-kresek sisa belanja itu, dan terkadang saya bawa dilain waktu untuk membawa belanjaan lainnya (kalau yang ini masih sering lupa, tapi mau belajar biar gak lupa lagi). Bahkan jumlah kresek saya itu sudah memenuhi sebagian dari lemari saya sangking banyakknya. haha.

Buat apa saya begini?
Karena saya sadar, saya bukan tokoh heroik yang bisa menghentikan penebangan liar atau menyelamatkan bumi dari pemanasan global.
Saya hanya bisa melakukan ini.
Saya mungkin secara tidak langsung mengurangi beban bumi.
Selain mematikan listrik bila tak perlu, membuang sampah pada tempatnya dan menggunakan air bersih secukupnya.

Kalau saya bisa, mungkin kamu perlu mencoba juga agar jadi bisa dan biasa :)

Biar sedikit aksi, tapi berarti.
Daripada banyak laga tapi sia-sia. Pilih yang mana?

Kesalahan Kolektif dalam Bahasa Indonesia

Secara umum, kesalahan yang sering terjadi dalam penggunaan Bahasa Indonesia adalah:

Penulisan kata Jalan, yang bila disingkat adalah Jl. --> padahal yang betul Jln.

Penulisan kepala surat Kepada Yth. --> padahal yang benar adalah pilih salah satu Kepada saja atau Yth. saja

Penulisan penutup surat, misal: terima kasih atas perhatiaannya --> padahal yang benar adalah terima kasih atas perhatian Saudara/Anda/Bapak/Ibu langsung pada kata ganti orang yang dituju, bukan menggunakan imbuhan -nya yang artinya merujuk pada orang ketiga (berarti bukan orang yang membaca)

Penulisan kata silahkan --> padahal harusnya silakan

Penggunaan kata kita, padahal yang dimaksud adalah kami

Kesalahpahaman tentang arti acuh (biasa dianggap sinonim dari kata cuek) padahal arti yang sesungguhnya acuh adalah peduli. Jadi inget lagunya D'masiv, judulnya Cinta Ini Membunuhku

"kau membuatku tak berdaya, kau menolakku, acuhkan diriku"

Hehehe jadi gak nyambung kan kalau tahu arti yang sebenarnya :)


Ini sih sebagian kecil yang saya tahu. Tapi kalau dilihat seperti ini ironi juga ya, kita tinggal di Indonesia, jadi Warga Negara Indonesia, tapi masih sering keliru mengartikan Bahasa Indonesia...

Generasi sekarang justru berlomba-lomba bikin bahasa gaul

Heeemmm jadi penasaran, cetakan terbaru KBBI ada arti kata lebay gak ya?

Sabtu, 10 September 2011

Jangan Salahkan Doraemon

Beberapa waktu lalu saya berdebat dengan seorang teman.
Dimulai karena saya pamer desktop background laptop saya yang bergambar Spongebob dan Patrick.


Dengan nada pedas teman saya langsung berkomentar "Yang buat Spongebob kan homo, pesan yang terkandung dalam kartun itu pun adalah pesan homoseksual, lihat juga tuh kata-katanya di gambarmu."

Teman saya melanjutkan, "Makanya kartun spongebob itu gak cocok untuk ditonton anak-anak (*karena dianggap mengajarkan anak menjadi homo), dan tidak masuk akal. Mana ada kehidupan seperti kartun di Spongebob itu? Spongebob itu makhluk apa?"


Saya jawab, "Ya tergantung bagaimana melihatnya, kalau saya sih lihatnya itu sebatas mengajari persahabatan" tanpa melihat tendensi apapun. "Lagian ya mbak, selama anak itu didampingi saat menonton televisi, maka orang tua bisa menjelaskan hal apa yang baik dalam tayangan tersebut, dan apa yang tidak patut ditiru. Dan tidak ada salahnya untuk memunculkan karakter yang berbeda dari kehidupan normal, untuk melatih imajinasi dan kreativitas anak"

"Anak kan meniru apa yang dia lihat. Kartun yg bagus itu Dora," lanjut teman saya.

"Doraemon?"

"Bukan, Dora The Explorer. Doraemon juga gak baik untuk anak-anak. Apa-apa yang dimau bisa diwujudkan oleh kantung ajaib Doraemon. Makanya anak-anak sekarang jadi instan."

I'm stuck. Saat perbincangan itu terjadi saya sedang tidak "in" dan ditambah sebenarnya kami sedang dalam persiapan rapat, banyak orang dan saya sebenarnya bukan orang yang suka menyulut keributan.
Maka saya cut saja, "Loh kok kita jadi debat tentang kartun gini sih mbak?"


Teman saya menimpali, "Siapa yang debat? Lagian itu tidak perlu diperdebatkan, karena sudah jelas-jelas salah. Kamu anak psikologi gimana sih?!"

Eng ing eng...
Ada yang tidak tepat dalam pola pikir teman saya ini, dalam hati saya berkomentar.

Yang saya tahu, cara pandang lawan bicara saya penuh dengan judgement, label, bias, dan tertutup.

Ini menurut pandangan saya:
Anak kecil tidak berpikir seruwet orang dewasa. Anak kecil belum tahu konsep homoseksual. Maka berpikirlah sederhana, bahwa Patrick dan Spongebob adalah teman dekat. Lalu apakah salah bila kita bersahabat dengan sesama jenis?

Saya dulu pernah juga berpikir skeptis, bahwa film kartun itu tidak masuk akal karena karakter tokoh-tokoh di film tersebut tidak ada dalam dunia nyata. Cerita kartun pun tidak nyata, mengada-ngada. Tidak rasional, pikir saya saat itu.

Tapi saya tersadar, ketika saya menemani ponakan saya menonton kartun The Backyardigans. Saya melebur, menghayati scene demi scene kartun itu agar saya bisa menjadi translator ponakan saya yang saat baru berusia 1 tahun.



Dalam kartun ini ada 5 karakter hewan (yang sebenarnya saya tidak tahu pasti hewan apa, ada yg bisa sebutkan?) yang bersahabat dan selalu mengimajinasikan halaman belakang rumah mereka sebagai tempat berpetualang.

Lalu tanpa sadar saya merasa saya kembali menjadi seperti anak kecil yang terlarut dalam kartun tersebut.. ikut tertawa, dan ikut bernyanyi bersama ponakan :)

Sometimes adults need to go back to be a child.. Being simple, open-minded, honest, cheerful,and curios..

Jangan batasi pikir anak, mereka perlu mengembangkan terus imajinasinya agar tumbuh menjadi orang yang kreatif dan inovatif.

Think it twice or more..

Kalau Doraemon memang punya dampak buruk terhadap anak, mengapa Jepang merajai teknologi hampir di seluruh dunia???

Kalau anak menjadi berpola pikir instan, jangan salahkan Doraemon. Kemungkinan besar penyebabnya adalah kekeliruan pola asuh orang tuanya. Orang tua terlalu sibuk mencari uang, sehingga mereka melupakan pembelajaran tentang proses kepada anak-anaknya.

Salah satu contohnya adalah memberikan apapun yang anak mau hanya agar anaknya tak menangis.

Kecenderungan memberi semua keinginan itu sebagai pengganti kurangnya perhatian mereka terhadap anak.

Ituuu lhooo akar masalahnya, bukan semata-mata karena anak mereka nonton Doraemon.

Please stop pretending, and judging, but being open-mind and wiser, hi Adults..

PR untuk orang dewasa saat ini (termasuk saya) adalah: mempertahankan rasa ingin tahunya (sama seperti anak-anak) agar dapat mengetahui suatu hal dalam berbagai sudut pandang yang berbeda, lalu memilah perkara secara objektif, sehingga bisa menilai dan memutuskan secara bijaksana dan adil.

:) Peace :)

Kamis, 18 Agustus 2011

Can Do Attitude



Secara umum, manusia terbagi menjadi 2 tipe ketika sedang menghadapi tantangan.

Yang pertama, adalah tipe yang berani mengambil tanggung jawab lebih, berani menakhlukkan rasa takutnya, dan mencari solusi apabila menghadapi permasalahan.

Yang kedua, adalah tipe yang menghindari tanggung jawab, terbatas oleh rasa takutnya sendiri, dan cenderung menghindari konflik.

Saya akan beri satu contoh kasus.

Bos meminta timmu untuk mengerjakan tugas dua kali lipat lebih banyak dengan batas waktu yang sempit. Bosmu adalah orang yang rasional, sehingga ia selalu menanyakan alasan atas jawabanmu. Nah kira-kira mau menyanggupinya atau tidak? Ya atau tidak?

Bila kamu jawab tidak bisa, maka kamu akan berpikir untuk mencari seratus alasan yang seolah menyulitkanmu untuk menolak tugas itu.

Bila kamu menjawab BISA, maka kamu akan berpikir untuk mencari seratus alasan yang seolah memudahkanmu untuk mengerjakan tugas itu.

Contoh di atas menunjukkan bahwa respon pertama sudah menentukan pola pikir kita.
Daripada kita mencari 100 alasan untuk menyatakan ketidakmampuan kita, mengapa kita tak mencari 100 alasan untuk menyatakan bahwa kita mampu?

Yes, I can. Yes, we can. Yes you can!

Can Do Attitude, yakni kemampuan untuk meyakini bahwa ia bisa melakukan apapun yang didasari oleh keinginan untuk terus berusaha dan belajar.

Kata BISA adalah sebuah kata positif yang akan mempengaruhi otak untuk bekerja dengan optimal.
Sekalipun pada kenyataannya kemampuan kita belum mencapai yang diharapkan, tapi orang dengan “can do attitude” ini akan mencari cara dan strategi untuk bisa mengatasinya. Bisa saja dengan bertanya pada ahlinya, atau meminta bantuan rekannya.

Sikap optimis dan usaha keras ini mungkin bisa disamakan dengan pengertian istilah The Power of Kepepet. Ketika dalam kondisi yang terdesak, biasanya orang akan cenderung untuk menjadi kreatif dan optimal dalam berusaha. Sama halnya dengan berkata BISA, sekalipun saat itu kita tak cukup tahu dan tak cukup mampu, tapi kita meyakini kemampuan diri dan mau berusaha.

Mengapa hal ini jadi penting?

Tantangan dalam kehidupan, terutama di dunia kerja adalah mendapati perubahan. Perubahan system, perubahan teknologi, perubahan tanggung jawab, perubahan kepemimpinan dll. Bagi orang-orang yang tak BISA beradaptasi dengan perubahan, maka otomatis akan tergilas oleh perubahan itu sendiri.

Tuntutan kinerja pun semakin meningkat. Bila individu dalam sebuah perusahaan tidak dapat memenuhi tuntutan tersebut, bukanlah tidak mungkin perusahaan akan memecatnya. Sebaliknya, perusahaan akan sangat menyukai orang-orang yang mau berkembang dan memiliki keinginan untuk belajar.

Menyadari pentingnya ‘sekedar’ berkata BISA, maka ini perlu dibiasakan sejak saat ini.

Namun pada kenyataannya saat ini, banyak teman-teman yang berkata tidak BISA sebelum ia mencoba, sebelum ia berusaha. Teman-teman merasa tak menguasai bidang yang saat ini sedang ia pelajari. Sebenarnya hal ini merupakan sebuah kerugian besar.

Contoh kasus yang paling sering saya temui ialah mahasiswa jurusan system informasi yang merasa tak bisa menjadi programmer. Padahal dengan adanya fasilitas kampus, pembimbing dan dosen-dosen yang ahli, dan kesempatan yang luar biasa besar bekerja di bidang IT terutama sebagai programmer, semestinya mereka bersyukur dapat belajar bidang ini, dan memanfaatkan peluang-peluang tersebut sebaik mungkin.

Bila masih demikian, rubahlah pola pikirmu. Rubahlah kebiasaan berkata tidak bisa, menjadi BISA. Buatlah sesuatu yang terasa tidak mungkin menjadi mungkin bagimu. Karena selama manusia mau berusaha, Tuhan akan merestui langkah kita.

Saya jadi ingat kata-kata bagus: Selama ada kemauan, pasti ada jalan.

Man Jadda, Wa Jada. “Barang siapa yang bersungguh-sungguh maka ia akan mendapatkannya,” hadits Rosulullah.

Apa yang masih meragukanmu untuk percaya pada kekuatan keMAUan berkata BISA?

Ingat lagi kata-kata ini: Hari ini akan lebih baik dari kemarin.

Mulailah dari saat ini, ubah kebiasaan berpikir tidak bisa menjadi BISA pada setiap peluang dan tantangan yang ada di hadapanmu. Jangan terkurung oleh ketakutan-ketakutan. Jangan terjebak oleh kepasrahan dan ketidakinginan untuk berkembang.

Buktikan sendiri kekuatan “THE POWER of BISA”

Sabtu, 30 Juli 2011

You'll Find that Life is Still Worthwhile if You Just Smile

Smile though your heart is aching
Smile even though it's breaking
When there are clouds in the sky
You'll get by
If you Smile through your pain and sorrow
Smile and maybe tomorrow
You'll see the sun come shining through
For you

Light up your face with gladness
Hide every trace of sadness
Although a tear may be ever so near
That's the time (thats the time) you must keep on trying
Smile- What's the use of crying
You'll find that life is still worthwhile
If you just smile.

That's the time (thats the time) you must keep on trying,
Smile- What's the use of crying
You'll find that life is still worthwhile
If you just smile.


-Glee Cast, Smile Lyric-

(masih tentang lagu inspirasional untukku, mungkin juga kamu)
Tersenyumlah, meski hatimu terluka..
karena sebenarnya dunia masih ada untukmu..
Masih ada waktu untuk terus mencoba..
Keep on trying.. Keep on fighting..

Kamis, 14 Juli 2011

Lirik Lagu Bermakna :)

Glenn Fredly - Terang

Jadilah terang jangan di tempat yang terang
Jadilah terang di tempat yang gelap

Jadilah jawaban jangan hanya kau diam
Jadilah jawaban di luar rumahmu

Oooooo… jadilah jawaban
Oooooo… jadilah terang

Jadilah garam jangan di tengah lautan
Jadilah harapan jangan hanya berharap
Jadilah jawaban jangan hanya ucapan
Jadilah jawaban jangan tambahkan beban

Kedamaian yang kita inginkan
Hanya ada bila hati kita bersama

Afi Junior - Aku Bisa

Kadang ku takut dan gugup
Dan ku merasa oh-oh tak sanggup
Melihat tantangan di sekitarku
Aku merasa tak mampu
Namun ku tak mau menyerah
Aku tak ingin berputus asa
Dengan gagah berani aku melangkah
Dan berkata aku bisa…

Aku bisa… aku pasti bisa…
Ku harus terus berusaha
Bila ku gagal itu tak mengapa
Setidaknya ku tlah mencoba
Aku bisa… aku pasti bisa…
Ku tak mau berputus asa
Kucoba terus coba
sampai ku bisa
AKU PASTI BISA!

7 Bintang - Jalan Masih Panjang

Kusadar hidup ini hanya sebentar
Untuk apa putus asa
Kan buang waktu saja
Bukankah setiap orang punya problema
Yang harus kita lalui
Dengan hati yang tabah
Lupakan sudah masa lalu kelabu
Kita susun langkah baru
Jangan hanya menunggu
Harapan, kesempatan, dan juga waktu
Takkan selamanya datang
Menghampiri hidup kita

Bersyukurlah hari ini
Kita masih dapat berjumpa
Dan jangan kita lupa
Dia yang Di Atas sana, kawan


Berdoalah dari semua cita-cita hidup di dunia
Dan jangan kita lupa
Dia yang Di Atas sana, kawan

Hidup ini berat tapi jangan takut, kawan
Semua pengorbanan
Selalu menjadikan bahagia
Satu lagi, kawan
Jalan masih panjang
Berarti kita harus melangkah terus kemuka

Bersyukurlah hari ini kita masih dapat berjumpa
Dalam kasih sayangNya

Berdoalah dari semua cita-cita hidup di dunia
Dan jangan kita lupa
Dia yang di Atas sana, kawan


Ini baru sedikit lagu,, Semoga menginspirasi :)

Rabu, 29 Juni 2011

Compulsive Life

Meninggalkan Jogja Maret 2011

Berjuang di Jakarta, naik turun bis kota, berjalan kaki tak kenal panas dan hujan, mencari alamat ke sana dan ke sini. Semua kulalui demi mendapatkan pekerjaan impian.
Ah sebenarnya bekerja di Jakarta bukan impian saya. Saya hanya tertantang untuk meninggalkan zona aman saya: Jogjakarta. Saya ingin belajar hidup dan menghidupi diri sendiri. Berharap bisa memperkaya diri dengan khasanah budaya yang berbeda-beda. Terlebih Jakarta, saya tertantang untuk menakhlukkan beratnya hidup di Jakarta. Dan benar, Jakarta mengubah saya menjadi pribadi yang lebih tangguh!

Bukan cuma mengitari Jakarta, saya juga memberanikan diri berjuang Bandung, kota tanpa saudara.
Adapun teman lama, yang rumahnya jauh dari kota, namun berbaik hati mengizinkan saya menginap di sana. Tapi tanpa teman, kesekian kali saya harus naik turun angkutan umum, bertanya sana-sini agar tak tersasar tuk sampai pada tujuan.
Yang terunik adalah ketika saya harus melompati pagar tol, untuk turun ke Buah Batu dari arah Jakarta. Dalam perjalanan bolak-balik Jakarta-Bandung, sekali saya ditahan oleh petugas Jasa Marga karena turun di pinggir tol.


Saya tidak menganggap apa yang saya lalui ini adalah hal yang berat. Saya yakin banyak orang yang memiliki pengalaman yang lebih sukar dibanding ini. Tapi setidaknya pengalaman ini membuat saya kuat dan memahami bahwa


Hidup adalah kompulsif dari jatuh, sakit, dan bangkit.
Tak ada yang mudah, tapi bukan berarti sulit. Dengan keyakinan bahwa tiap perjalanan adalah pembelajaran hidup dan penguatan pribadi, maka tak perlu putus asa dan mundur dari tantangan hidup.

Semangat teman!!
Bila saat ini kau sedang jatuh, jangan lupa tuk bangkit lagi! :)

Yang Tak Patut Terlupakan


Ini adalah sebuah kenang-kenangan dari adik-adik OCB kelas B tahun ajaran 2010/2011.

Saya tidak menyangka ketika mereka memberikan ini, dan sebuah kado besarrr yang setelah di buka isinya adalah bantal yang panjangnya menyerupai guling :)

Percayalah dik, tidak perlu memberikan mbak benda apapun untuk mengingatkanku pada kalian. Kalian semua sudah memberikan yang lebih dari itu, jauh lebih berharga dan tak ternilai: kebermaknaan.

Jangan kira kalian yang belajar dari saya, sebaliknya saya juga belajar pada kalian :)
Terima kasih atas pembelajaran hidup ini...

Saya terharu membaca ini semua....
Tia... Si ceria, imut dan murah senyum :)

















Ratih... Si manis, pemberani, dan aktif :)





















Sandra... Si modis dan ramah... :)

















Octan... Si inisitif, curiosity, dan calon pembicara yang hebat.. :)
















Hendra... Si calon pengusaha yang sukses... :)



















Shierly... Si super talented dan calon MC papan atas.. :)















Selfira... Si kreatif dan dewasa... :)






Halan... Si calon photographer handal... :)




















Monica... Si positif thinking dan perhatian... :)



















Winda... Si eksis, stylist, speaker & leader yang baik :)




















Nabila... Si ceria dan optimis... :)















Gibran... Si lucu, spontan, dan pengayom :)


















Prames... Si cepat tanggap, dan aktif... :)



















Ratna... Si perasa dan penyayang :)


















Angga dan Anggi, Si kembar yang mirip tapi berbeda dan unik :)















Nisa... Si fotogenic dan easy going... :)


Lia... Si pemalu dan feminim.. :)











Nurul... Si kritis, optimis, dan loveable :)

















Memang tidak semua menuliskan kesan dan pesannya, tapi di foto inilah personil lengkap kelas B OCB

Kalian adalah inspirasi..
Masing-masing dari kalian adalah unik
Kalian semua adalah pemimpin masa depan,
setidaknya pemimpin bagi diri kalian, dan keluarga...

Ingat selalu soundtrack kelas kita
http://www.4shared.com/audio/EOoCI-rN/aku_bisa_AFI_JUNIOR.htm

Karena apapun mimpimu akan terwujud selama kalian mau dan berusaha...
Tapi jangan lupa berdoa ;)

Terima kasih adik-adikku, teman-temanku, sahabat suksesku..

Salam kangen,


Dosen Sahabat OCB

Minggu, 12 Juni 2011

His Name Is Sidik

Setelah saya membahas beberapa orang secara personal dalam blog ini, saya masih tertarik untuk menuliskan seseorang yang lain.
Bukan buat bikin orangnya GR atau memenuhi janji seperti tulisanku buat Shiro, tapi sekedar remainded, bahwa saya telah melalui banyak hal seru, lucu, dan unik bersamanya.

Perkenalan kami berawal dari facebook,
eeh salah, jaman itu saya masih friendster-an!
Insiden perkenalan dengan 6 sekawain di Solo, memang membawa dampak yang panjang dan sangat berpengaruh dalam kehidupanku. Haha.
Katanya sih, semenjak perkenalan itu, saya jadi bahan pergunjingan di kelompok mereka.
:P
Ema 'si cewek kesasar'
mungkin itu nick name saya bagi mereka.
atauu entahlah, apa nama yang tepat..

Sesaat setelah itu ada beberapa orang yang menuliskan ini dalam comment & testimoni FS saya, salah seorangnya ini nih:
sidig 2008-07-18T20:34:56Z

wadeuw,kmu tho yg lg hangat2nya dbcarain dkmpusku. . .yayaya. . .salam knal ya.he.


hihihi..
and our story began from that testimonial

Bertemu secara langsung di pemutaran film indie buatan teman2 komunikasi UMY, Sidik, sudah menarik perhatian saya. hatsyaah *too be honest :p
matanya tajem. Berhubung suasana saat itu memang sengaja dibuat remang-remang untuk nonton film, jadi sorot matanya menonjol :p

sekilas sih cuma itu kesan saya.

Saya semakin dekat dengan dia, cuma karena chatting hampir tiap hari.
Waktu itu awal-awal saya punya YM. Dia hampir tiap hari OL, dan kami berdua nyambung.
Ngobrolnya sering sampai menghabiskan malam.
Kami bicara tentang ide-ide gila, bicara tentang apa yang terjadi dan membahas mengapa bisa begitu. Kadang main XOX, kadang main tebak gambar. Kadang juga kami juga saling curhat masalah pribadi dan saling memberi nasehat.

Sampai dia comment di FS saya

aku dmarah papah,aku dmarah mama,aku dmarah ema,semua marah2 krn ku tak blajar,senin selasa rabu kamis jumat smpai sabtu,minggu marahnya libur.aaaahh pusing. . .
2008-09-26T11:08:59Z

hihihihi.
Dari chatting kami mulai bertemu..

One day.. kami ke stasiun tugu, berniat untuk pergi ke suatu tempat (lupa) yang bisa ditempuh lebih cepat kalau lewat sarkem.
Trus, tahu kan di sebelah selatan gerbang stasiun tugu, ada rel kereta yang gak boleh dilewati oleh kendaraan bermotor, bahkan kadang-kadang rel itu ditutup dan jaga pak polisi.
Tapi pada hari itu pagar penutup rel terbuka. Ada polisi sih, tapi lagi sibuk ngurusin pengguna jalan yang lain. Lalu dengan bodohnya, kami berdua berakting motor kami mogok, demi melewati jalan pintas menuju sarkem. Jadi kami tuntun motor, supaya bisa lewat rel itu. Sidik pura-pura ngedumel gak jelas, seolah-olah motor kami mogok beneran. Kalau saya, cuma bisa nahan ketawa.
Setelah sekitar 5 meter terlewat, tanpa sepenglihatan polisi, kita ngabuurr, buru-buru naik motor, dan kami berdua ngakak dengan puas. hehehehehe

Pernah juga, kami jalan-jalan ke Malioboro, niatnya nganterin Sidik beli sepatu buat Bokapnya. Setelah dapet sepatu yang diinginkan, Sidik ngajakin ke donat J.co. Waktu itu J.Co memang baru di jogja, dan diawal pembukaan sudah nge-booming, dan pembelinya harus rela ngantriiii sejam-an buat dapet donat yang mereka mau. Tapi saya yang pernah jajan J.Co di Jakarta sudah menunjukkan ekspresi meragu atas ajakannya. "Serius mau ke J.Co?"
Tapi dia belum nangkep apa maksudku. "Ayo coba, aku penasaran."
"Tapi J.Co itu mahal lho Dig.."
"Gpp, ini ada bonus dari beliin sepatu Babe" kata dia.

Yasudah saya turuti aja.
Terus waktu sudah sampai kasir, ditawarin sama mbaknya "mau pesan minum juga"
dia tanya ke aku, aku bilang enggak, sambil mengkode agak menyikut lengannya, berharap dia ngerti. Tapi yang terjadi, dia tetep pesan tuh minuman. Theen.. waktu mbaknya nunjukkin harga yag harus dibayar senilai 5 dijit besar, aku nengok ngelihat wajahnya --> netral.
Setelah duduk, baru deh keluar aslinya..
"Maling, mangan donat iso nggo mbayar sak SKS"

Bahhahahahahahhahaaa...

Ada nih paling seru.
Momentnya adalah awal pemutaran film Laskar Pelangi. Karena temen-temen yang lain udah pada nonton, kebetulan kami berdua belum. Makin penasaran karena semua orang membicarakan film ini, dan semacam diolok-olok kalau belum nonton. Jadi mau gak mau nonton deh. Gila ngantrinya dari 21 Ambarukmo Plaza, keluar sampai berbelok ke pintu depan Ceasar. Berharap bisa dapat tiket yang jam 7an, sampai di depan konter ternyata udah kehabisan. Tinggal yang jam 9an dan itupun duduknya gak berdekatan... hehe, okelah gak papa.. yang penting nonton biar perjuangan ngantrinya terbayarkan.
Karena film mulai jam 9an selesainya jadi hampi jam 11 malam waktu itu. Amplaz kan sudah tutup. Tapi kami berdua sama-sama gak tahu jalan keluar menuju parkiran di sebelah Amplaz, tempat parkir kami. Sebenarnya kita udah tanya-tanya sama orang, tapi tetep aja bingung. Bolak-balik naik turun tangga darurat, galau, takut kesasar dan gak pulang-pulang. Sampai akhirnya di salah satu lantai parkiran mobil, kami melihat cahaya di kejauhan. Sok yakin itu adalah jalan keluar, kami berjalan ke arah cahaya itu. Tapi belum mendekati cahayanya kok makin lama makin mengecil?
Berlarilah kami... panik dan baru menyadari bahwa itu adalah rooling door yang hendak menutup dari atas ke dasar.
Tanpa pikir panjang layaknya film-film action saya menerobos pintu otomatis itu saat hampir menutup ke dasar. Eh trus begitu saya sudah berhasil keluar, Sidik belum muncul.
Waaaaa Sidik cepetaaaannnnn!!!
Begitu kurang dari 60 cm lagi, Sidik mengelundung.. ehh menggelinding keluar.. Yeeeeyyy. Kami berhasil keluar.
Fyuhhh,,, deg-degan banget waktu itu.
Penjaga pintunya sampai marah-marah, "Wah mbak, mas lain kali jangan nekat gitu donk. Ini kan otomatis, gak bisa dihentikan, kalau tadi kejepit gimana?!"
Kami berdua cuma bisa nyengir di depannya..
tapi setelah itu..
hahahahahaha.. Ngakak sejadi-jadinya deh...

Masih ada lagi momen saya bersamanya dan teman-teman yang lain juga...
Mungkin lain kali akan saya ceritakan, tapi kali ini cukup deh..

hehehee.. Inilah kami...
Karena kedekatan kami, mungkin banyak orang yang menganggap kami itu pacaran.
Tapi bukan. Aku bilang kami lebih dari itu.
Mungkin ini akan menjawab beberapa sikap penasaran atas kami berdua.

Pacar itu bisa putus sewaktu-waktu. Ada juga istilah mantan pacar.

Tapi kalau sahabat, emang ada ya, istilah mantan sahabat?

we all know the answer is.. :)

and The last words for him...
hi my best boy friend, it isn't because you are not special, so i don't pick you out..
It just because i don't wanna break up with you..

Rabu, 08 Juni 2011

addicted to purple things #2

Lagi-lagi saya ingin bercerita tentang kecintaan saya terhadap warna ungu. Just for share my happiness to everyone, if you don't mind, but if you do, please closed this window :p

Saya dari dulu saya berniat untuk merantau. Bukan karena tidak betah di rumah atau ingin jauh dari mamah, tapi karena saya mau belajar hidup.. belajar mandiri, membuat keputusan sendiri, mengurus diri sendiri..
*kalau kalian menerka, bener banget bahwa inilah asal alamat blog saya: pengenpergijauh :D
Ada rasa keingintahuan yang besar dalam diri saya untuk menjajah dan keluar dari zona aman saya. Menciptakan citra diri saya pada lingkungan yang benar-benar berbeda. Create many news stories in my journal of life. It's so much challenging for me..
Saya bisa aja merubah karakter saya, mengubah nama panggilan saya, atau melakukan apapun yang saya suka di kota baru yang saya pijaki :D
Itu pikiran saya.
(but i didn't)


Alhamdulillaahh... terwujudlah diusia saya yang ke 22 tahun.

Salah satu yang membuat saya bersemangat adalah menata sendiri kamar saya. Karena kalau di rumah sendiri, kamar saya itu terinterfensi oleh barang2 milik orang lain juga. Kalau saya sewa kamar kan pasti beda... Tapi perubahan terbesar setelah punya kamar sendiri adalah: Freak for cleaning all my stuff..
Yang paling ekstrim adalah saya jadi sering bolak-balik membersihkan lantai kamar saya dengan tissue. Hahaha.

Kriteria saya terhadap kamar kost gak ribet. Yang paling utama adalah: ada internetnya. Jadi kalau hal-hal lain masih bisa saya tolerir, termasuk ukuran kamar yang kecil sekalipun. Bagaimanapun kondisi kamarnya, tetap akan saya buat senyaman mungkin. Gimana caranya? Kalau saya adalah dengan mengisi seluruh kamar dengan benda-benda berwarna ungu! :) Dan ini efektif. Saya jadi teramat betah di kamar. Pengen tahu bagaimana kondisi kamar saya? here i show you...



Nah kebayang kan kecilnya :D
Tapi saya cinta banget sama kasur berseprai ungu dan tertutup selimut ungu ituu....

itu sisi yang menghadap pintu. sisi yang lain hanya ada meja, laptop, galon, dan pintu.

nahhh ini dia penghias kamar2 yang semua berwarna ungu... Thanks buat Ayah dan Bunda (kakak saya) sebagai sponsor utama. Hehehe.

Gantungan baju dan pewangi ruangan...


Di bawah ini lampu tidur dari mahasiswi-ku, adekku, inspirasiku, Shierly Deby... Kubawa sampai Bandung nih ndukk..




Kalau mug di bawah ini bukan saya yang buat. Saya tidak narsis akut sampai menyertakan foto di mug. hehe. Ini pemberian dari mas Ray Wardhana jaman saya masih kelas 2 SMA :)


Tempat sampah, keset, dan yang saya pegang itu cemilan dari ketela ungu. haha.




Ini dia alas kaki saya selama merantau:


dan ini...


jangan lupa bawa payungnya.. Kalau yang ini hasil minta paksa sama ponakanku, Chika..


Ok, then what do you think?
Am I lebay?

Nope. Dibalik ini saya pengen bilang.
"Kalau kita punya kamar kos, kitalah yang berhak menentukan, mau diisi dengan apa saja sih kamar kita? Mau bersih? Mau rapi? Kotor? Atau berantakan?
Meski ada keterbatasan (ruang, dan ukuran), jangan jadikan itu alasan untuk mengeluh.. Tapi fokuslah pada hal yang bisa kamu ubah, yang bisa kamu perbaiki. Buatlah kamar itu senyaman mungkin, seindah mungkin, dibalik keterbatasan yang ada, bahkan kalau bisa sampai kamu tidak melihat lagi keterbatasan itu, dan kamu tetap memanfaatkan ruang kamar sebaik mungkin."


Nah kamar kos itu ibarat hidup.

Coba ganti kata 'kamar' dalam kalimat bertanda kutip di atas dengan kata 'hidup'

See?

Your life is on your own direction :)

Sabtu, 21 Mei 2011

Sepatuku, Teman Perjalananku

Mau ke manapun kita pergi pasti pakai alas kaki. Secara fungsional sepatu adalah sebagai pelindung kaki, dari panas, kerikil, kotoran dan lain sebagainya. Namun pergeseran jaman ikut menggeser fungsional sepatu sebagai bagian dari fashion. Pemilihan sepatu yang keliru akan membuat penggunanya merasa tidak pede atau bahkan dianggap out off date.

Saya bukan pecinta fashion, tapi bukan berarti saya gak punya style. Hehehe. Dalam hal memilih alas kakai yang paling saya utamakan sebenarnya adalah segi kenyamanan, dan cukup enak dilihat saja.
Saya jadi aware sama keberadaan sepatu dalam hidup saya. Bukan sebagai pelengkap fashion, tapi sebagai teman perjalanan.
Saya yang sering pergi ke mana-mana sendirian, melewati medan yang gak mudah, dan menempuh jarak yang tidak dekat, akhirnya menyadari betapa pentingnya sepatu yang saya kenakan saat itu. Dan secara kebetulan ketika saya iseng buka folder-folder foto dalam laptop saya, ternyata saya sering mengabadikan sepatu yang saya kenakan. Beberapa kali meski dengan sepatu yang sama, tapi bersama sepatu itu saya memiliki kisah yang berbeda. Here some captures of my shoes and the story behind those...

Jaman saya SMP akhir dan SMA sampai lulus, saya selalu pake sepatu ini..
Ukuran sepatunya 40, padahal sebenarnya ukuran sepatu saya biasanya antara 37-38. Hehe,, jadi ceritanya kenapa saya maksa beli sepatu ini, sebenarnya karena waktu itu saya beli sama pacar saya jaman SMP dulu. Gak tahu kenapa dia maksa saya beli sepatu ini, katanya sih bagus,"Kalau kegedean pakein kaos kaki yang tebel aja," kata dia. Ehhh gak tahunya sewaktu saya pakai ke sekolah di pagi hari setelah beli, dia juga pakai sepatu yang sama persissss! jhahahaha.. Jadi kembaran dehh. *blushing*
Terus cerita lucu lainnya, waktu awal SMA dulu, saya yang belum lancar naik motor, kecelakaan. Lebih tepatnya saya nabrak mobil. Saya sampai pingsan di tempat, dan sadar sewaktu sedang dilarikan ke rumah sakit. Saat syok dan panik, waktu di rumah sakit hal yang pertama saya tanyakan ke keluarga saya adalah "Sepatu aku mana? Gak ilang kan?" Hehehehe.. Mungkin sangking berkesannya sepatu itu buat saya, saya gak mau kehilangan... Sampai sekarang pun sepatu itu masih ada, masih bagus, karena saya cuma pakai tiap hari selasa-rabu aja waktu SMA :)


Sepatu berikutnya adalah sepatu yang saya pakai sejak jaman kuliah. Dari tahun 2006 - sekarang sepatu ini pun masih ada dan masih bagus meski agak belel dikit. Tapi inilah seni sepatu kanvas, semakin belel semakin rock and roll.. yeaahh :D
Sepatu ini sudah ikut saya ke banyak tempat.. Dan waktu saya ambil foto ini, saya sedang dalam perjalanan memutari solo naik becak. Travelling alone. Itu tuhh, waktu ketemu 6 sekawan dari UMY (seperti kisah yang saya ceritakan sebelumnya)
Dan petualangan2 lainnya, makrab, ke Magelang, KKN di desa , ke mana-mana deh waktu jaman kuliah :D


Dibalik foto ini...


ada kisah sedih menyertainya.. Saat pengambilan foto, saya sedang di rumah sakit, menunggu nenek saya yang sedang sakit kritis :( Nenek saya saat itu masuk ruang ICU, jadi penjenguk tidak boleh masuk, terpaksa saya nunggu dan duduk dilantai. Sandal merek DIAMATU ini pun punya nenek saya, saya colong (minjem gak bilang-bilang) waktu nenek mulai sakit, kekecilan sih, tapi ini sandal favorit nenek :( sampai waktu sakit itu pun, waktu nenek masih bisa jalan, nenek nyarinya sendal ini, tapi udah terlanjur dicolong sama cucunya yang bandel :)
Sandal ini pun masih eksis, dan jadi favorit saya kalau pergi-pergi santai di Jogja.



Setelah lulus kuliah, saya mulai aktivitas mencari uang, jadi penampilan pun harus berubah, termasuk sepatu yang saya kenakan..
Ini sepatu yang paling menyiksa buat saya. Cantik memang (sepatunya), but behind the beauty there is pain...


Lalu setelah saya resign dari kerjaan lama, dan selesai tugas mengajar Kelas Output Character Building selama satu semester di Jurusan Akuntasi Fakultas Ekonomi UII, saya memulai petualangan baru..
Saya mengadu nasib ke Jakarta, dengan harapan bisa mendapatkan pekerjaan yang challenging di sana. Untuk mendapatkannya pun saya harus naik turun angkutan umum, jalan kaki ratusan meter, kehujanan, kepanasan, kena macet berjam-jam.. Bolak balik Jakarta - Jogja - Bandung - Jakarta - Jogja, sampai puyeng. Haha.
Meskipun sampai saat ini belum beruntung dapat kerjaan di Jakarta, tapi dari perjalanan ini saya menjadi pribadi baru yang tahan banting. Terbukti dari tes Pauli (penjumlahan deret angka yang buanyaaak itu) saya bisa mengerjakan lebih banyak dari sebelumnya. Yeeayyy..
Ini dia sepatu yang menemani saya sejak bulan Februari 2011 - April 2011


Tapi sekarang (awal Mei 2011) saat saya sudah dapat dipastikan mendapatkan pekerjaan baru di Bandung, sepatu di atas justru kehilangan indahnya..

Bunganya copotttt :'( haha

Sekarang kalau ke kantor pakai ini nihh...


Waktu jalan-jalan ke mall saya pun memotret berapa sepatu lucu, yang mungkin akan saya belikan untuk anak-anak saya nanti..
Ini buat anak perempuan saya
















Kalau yang ini buat anak laki-laki saya...


Sedangkan ini sepatu impian saya, yang belum keturutan :D


And The Last Of All, my journey keep on moving.. I'll never stop to catch the meaning of my life would be...


*photo by: sidik.
dalam foto ini pun si photografer gak tahu kenapa menyorot ke sepatu saya, bersebelahan dengan pesawat.. Menyiratkan sebuah kisah perjalanan.. :) Yes, He know me so well.


See you then...

PS: Your shoes it also reflection of your personality :)

Sabtu, 22 Januari 2011

Cermin

"alhamdulilahi allahuma kamaa hasanta khalqi faahassin khuluqi.."

"ya Allah, telah Engkau baguskan penciptaanku maka baguskanlah pekertiku"

bercermin..

lihat apa yang ada pada bayanganmu..

bukan wajah yang tidak cantik, bukan perut yang buncit,,

tapi dibalik itu semua..

temui.. kesempurnaan kamu sendiri..

temui kekurangan kamu,, dan lihat betapa Allah telah memberimu akal, dan perasaan, untuk kamu gunakan sebagai koreksi..

apa yang salah pada pekertimu,, lalu apa yang bisa kamu lakukan untuk memperbaikinya?