Minggu, 19 Februari 2012

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Saat Menghadapi Wawancara Kerja

by: Emamiridya E. Yupi
(repost from Career & Alumni Services (C&A) Telkom Polytechnic on Monday, June 20, 2011 at 2:13pm) ·
Apa yang anda rasakan ketika harus menghadapi wawancara kerja?
Grogi? Bingung bagaimana harus bersikap? Mau tahu pertanyaan apa yang paling sering ditanyakan, dan bagaimana menjawabnya? Baca ini dulu baru tahu :)

Sikap
Penilaian sudah dimulai sejak kalian memasuki ruangan wawancara. Gunakan pakaian yang rapi, formal dan jangan terlalu berlebihan. Ucapkan salam dan jangan langsung duduk bila belum dipersilakan. Bila pewawancara sedang sibuk, tanyakan terlebih dahulu.
Letakkan tas di bawah, lalu cari posisi duduk yang paaaaaling nyaman, dan tegak menghadap pewawancara.
Don’t:
  • banyak bergerak (berpindah posisi duduk)
  • menggoyang-goyangkan kaki
  • menyilangkan kaki
  • meyilangkan tangan
  • posisi tangan tidak berada di atas meja
  • duduk bersandar
Menjawab Pertanyaan
Pertanyaan umum yang paling sering diajukan antara lain:

1.       Silakan diskripsikan tentang diri Anda!
Dalam menjabarkan diri, baiknya anda tidak menyebutkan semua yang tertulis di CV. Hal yang utama adalah nama, lulusan dari mana, lulusnya kapan (atau kalau belum lulus sebutkan angkatan dan target lulus), usia, dan asal. Selain itu anda bisa menyebutkan keahlian dan pengalaman (misalnya: bekerja/organisasi dulu posisinya apa, presentation skill, pemograman, dll) tapi secra singkat saja

2.       Ceritakan pengalaman organisasi/ bekerja Anda!
Ketika ditanya lebih lanjut mengenai pengalamanmu, maka jelaskan posisi dan tanggung jawab pokok yang pernah diampu.

3.       Permasalahan  apa yang pernah dihadapi saat mengampu tanggung jawab organisasi/bekerja?
Jawablah dengan taktis. Berikan gambaran permasalahan dengan jelas (tapi tidak bertele-tele), dan cara penyelesaian terhadap permasalahan tersebut

4.       Apa kelebihan dan kurangan diri Anda?
Setiap orang pasti punya kekurangan dan kelebihan. Maka jangan ragu untuk menyampaikannya. Jangan menggunakan “kata teman saya” tapi langsung saja merujuk ke kata “saya adalah seorang yang …….”
Saat bicara tentang kekurangan, sampaikan juga apa yang kalian lakukan untuk mengatasi/mengurai kelemahan itu, karena yang terpenting adalah adik-adik sadar dan berniat untuk memperbaiki kekurangan itu.
Dan yang paling dalam menjawab pertanyaan ini adalah kejujuran. Karena pewancara juga bisa tahu ketika kamu berbohong ;)

Don’t:
  • bilang “Wah saya gak tahu apa kelebihan dan kekurangan saya, biar orang lain yang menilai”
  • terlihat berpikir lama dan bingung
5.       Apa yang Anda ketahui tentang perusahaan ini/ jabatan yang Anda lamar ini?
Untuk menjawb pertanyaan ini maka anda harus cari tahu dulu ya sebelum wawancara. Jangan jawab asal-asalan/ jawab “saya tidak tahu”.

Secara umum, jangan menjawab secara bertele-tele yaa. Gunakan narasi induktif. Secara khusus (to the point) lalu dijabarkan bila diminta. Pewawancara tidak suka mendengar cerita yang terlalu panjang dan tidak relevan dengan pertanyaannya.

Mengatasi Grogi
Mempersiapkan jawaban dari pertanyaan umum di atas akan membantu anda untuk mengatasi grogi yang berlebihan. Latihan wawancara dengan teman, atau berbicara di depan cermin juga merupakan bentuk persiapan yang akan mengurangi grogi ketika menghadapi wawancara yang sesungguhnya. Pada pelaksanaannya atur nafas dan berdoa terlebih dahulu.

Kunci utama: Yakin, dan percaya diri bahwa teman-teman BISA!

Tips Menulis Surat Lamaran dan CV Melalui Email

By: Emamiridya E. Yupi
(repost from Career & Alumni Services (C&A) Telkom Polytechnic on Thursday, June 9, 2011 at 5:48pm)
 ·
Seiring dengan perkembangan teknologi yang mempermudah manusia mengakses, menerima dan mengirimkan informasi, permohonan untuk mengiriman surat lamaran dan CV melalui email menjadi hal yang akrab bagi kita.  Namun ternyata tak banyak referensi mengenai tata cara pengiriman surat lamaran dan CV yang baik melalui email. Padahal CV dan surat lamaran merupakan gerbang awal untuk mencapai perusahaan yang kita impikan. Berawal dari CV dan surat lamaran inilah terbuka kesempatan untuk menunjukkan kompetensi kita yang sesungguhnya. Kali ini saya akan membantu untuk menuliskannya, supaya teman-teman tidak lagi terjebak kekeliruan yang berulang.

Penulisan surat lamaran
Surat lamaran sebaiknya dituliskan di badan email, tidak dalam bentuk attachment. Isinya sama seperti penulisan surat lamaran konvensional. Secara sederhana, singkat jelas, dan padat. Sebaiknya tidak lebih dari 3 paragraf. Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain:

1.       Paragraf pertama,tuliskan dari mana sumber informasi lowongan dan posisi apa yang ingin teman-teman lamar.

2.       Paragraf kedua, jelaskan tentang diri: nama, usia,  pendidikan terakhir, IPK, dan waktu kelulusan. Tuliskan juga kelebihan atau kompetensi teman-teman yang berhubungan dengan posisi yang ingin dilamar. Misalnya posisi yang ingin dilamar adalah akunting, gambarkan diri teman-teman sebagai orang yang detail-oriented, teliti, rapi, well-organize dll. Tapi gak perlu panjang lebar atau membual. Tuliskan apa yang ada pada diri teman-teman.

3.       Paragraf ketiga, tuliskan bahwa teman-teman akan berkontibusi optimal karena memiliki kualifikasi yang sesuai dengan yang dicari oleh perusahaan. Sampaikan kesediaan teman-teman untuk mengikuti proses seleksi berikutnya. Dan terakhir jangan lupa ucapan terima kasih.

4.       Bahasanya disesuaikan dengan info lowongan yang teman-teman dapat ya. Kalau perusahaan menuliskan info lowongannya dengan bahasa Inggris, maka sebaiknya surt lamaran dan CV yang teman-teman kirimkan juga dengan bahasa Inggris.

Penulisan CV
Sebaiknya gunakan format Word. PDF boleh juga, tapi perhatikan size yang akan dilampirkan nanti. Terkadang pada perusahaan menuliskan size maksimal attachment. Tapi bila tidak dituliskan usahakan kurang dari 300kb. Untuk mensiasatinya, teman-teman tak perlu melampirkan scan ijazah, contoh karya, atau sertifikat, kecuali diminta. Kalaupun diminta untuk melampirkan, usahakan diresize jadi ukuran yang lebih kecil.

Foto disertakan di Word saja, jangan foto narsis ala profile Facebook, tapi pasfoto dengan pakaian yang formal. Hal ini penting untuk menujukkan kesungguhan teman-teman.

Yang perlu dituliskan di CV antara lain:
1. Data pribadi: alamat, no telepon/hp, email, agama, status, berat badan dan tinggi badan (bila melamar di perbankan)
2. Latar belakang pendidikan: sejak SD sampai pendidikan terakhir. Tuliskan tahun masuk dan tahun keluarnya.
3. Pengalaman kerja: periode kerja, perusahaan, jabatan, dan jobdes
4. Pengalaman Organisasi/ kepanitiaan. Nah buat teman-teman yang aktif, pengalamannya tidak perlu dituliskan semua ya. Tuliskan mulai dari SMA hingga akhir, tapi yang jabatan fungsional structural saja, dan fungsi kerjanya berkaitan dengan posisi yang ingin dilamar. Misalnya pengalaman sebagai sie perlengkapan yang berlangsung 1 hari tidak perlu dituliskan. Atau melamar sebagai programmer pengalaman sebagai sie konsumsi juga tidak perlu dituliskan :)

5. Skill
  • Bahasa. Tuliskan seberapa kemampuanmu dalam bahasa asing. Misal: Bahasa InggrisListening (Excellent), Writing (Intermediate), Speaking (Basic)
  • Hard skill. Misal: mahir dalam pemograman java, dll
  • Soft skill: communication skill, teliti, pekerja keras, mampu bekerjasama dalam team, dll.
6. Referensi
Terkadang kita perlu menuliskan data seseorang yang mengenal kita dengan baik. Misal atasan di tempat kerja sebelumnya, atau dosen pembimbing teman-teman. Usahakan tidak menuliskan anggota keluarga. Fungsinya bagi perusahaan adalah untuk mengkroscek data menggali informasi teman-teman dari orang tersebut.

Attention: jangan menulis banyak-banyak, usahakan CV hanya 2 halaman saja, atau maksimal 3 halaman. Kalau mau memperingkas, teman-teman tidak perlu menuliskan semua latar belakang pendidikan, SMA dan Kuliah saja cukup. Atau lihat lagi pengalaman organisasi yang teman-teman tulis, terkadang teman-teman suka kebawa narsis, jadi menulisnya lebay deh. Fontnya, size dan space juga bisa disiasati kok. Jangan terlalu rapat, jangan terlalu renggang, hurufnya jangan terlalu kecil dan jangan terlalu besar. Intinya “yang sedang-sedang sajaaaaa..”

Minggu, 12 Februari 2012

Many Song for You

Entah sejak kapan
Saya yang ekspresif, mudah untuk menyampaikan pemikiran saya saat bicara dengan orang lain, menjadi gagu dan terasa ngelu ketika mulai membicarakan perasaan saya..
Tes bakat terakhir menujukkan angka sempurna bagi kemampuan berbahasa saya seolah tidak tercermin saat saya ingin bicara hati..
Terjanggal.. tak leluasa
Ada ketidakpatutan yang sekiranya harus tertutupi..
Saya jadi pembohong..
Bukan karena tidak menyatakan sesuatu dengan benar
Tapi hanya karena tak menyampaikan semuanya
Menahan diri supaya tidak menyakiti orang lain
Tapi menyakiti diri sendiri
Setidaknya hingga kini
Saya meyakini cara ini lebih baik

Saya tak pandai lagi berbicara
Menulis mungkin masih bisa
Tapi saya bukan pujangga yang fasih merangkai kata
Maka saya punya cara lain
Menyanyi
Tapi lagi-lagi saya hanya menikmatinya di dalam kamar mandi
Tak tersampaikan

Muncullah hobi baru
Mencari lagu dan liriknya
Lirik-lirik yang menggambarkan perasaan saya
Biarkan lagu-lagu itu yang jujur
Biarkan lagu-lagu itu yang mewakili kata-kata dari hati saya
Meskipun entah kapan dapat kunyanyikan di hadapannya

Demi sebuah rasa yang masih 'rahasia'
Untuk sementara saya simpan saja 
dalam folder bernama "Untuk dia"