Rabu, 11 Agustus 2010

hikmah dari bersepeda

2 RAMADHAN 1431 H

Saya itu paling anti yang namanya tidur setelah sahur. Rasanya mubazir, udah dibela-belain bangun pagi kok gak dimanfaatkan. Hehe. Aktivitas yang paling saya suka setelah sholat subuh adalah bersepedaaaa... :D

Di Jogja akhir-akhir ini mulai banyak berkembang komunitas bersepeda. Dulu ada yang sempat famous yaitu "bike to work". Kenapa saya bilang sempat famous, karena dulu komunitas ini cukup meledak di awal-awal, tapi kemudian meredam perlahan. Seperti sepupu saya yang tiba-tiba beli sepeda karena ingin eksis di komunitas ini, lalu gak samapai sebulan dia sudah bosan. Sekarang sepeda itu hanya berlabuh dan berkarat di garasi. Semenjak itu pula saya tidak tahu lagi apa kegiatan dari komunitas ini. Hehe

Lalu ada komunitas fix gear, ada pula komunitas sepeda onthel. Mungkin masih banyak lagi yang saya belum tahu.

Tapi dari sekian banyak komunitas bersepeda, saya tidak ikut satu pun.
bagi saya bersepeda itu bukan gaya hidup, bukan untuk mejeng, bukan untuk eksis, tapi lebih dari itu, bersepeda menjadi bagian dari hidup saya (baca: hobi).
apa bedanya gaya hidup dan hobi?

Gaya hidup ketika sudah mulai jenuh, dia akan lebih mudah meninggalkan, biasanya termotivasi oleh faktor eksternal. Sedangkan kalau hobi itu seperti kebutuhan, termotivasi dari dalam diri.
Seperti ketika saya jenuh, bimbang, pusing, sakit hati, atau terlalu gembira, saya ingin sekali mengayuh pedal sepeda saya (sebenarnya sih minjem. hehe untuk meredam emosi berlebih menjadi lebih netral.

Dan dengan bersepeda pula, saya belajar tentang sisi lain kehidupan,banyak menemukan hal baru dan bermakna.

Seperti hari ini, saya mulai bersepeda pada pukul 05.20 WIB. Mengayuh ke arah selatan, tak perlu banyak usaha, ban sudah menggelinding dengan sendirinya. Saya berangkat terlalu pagi, jalanan masih sepi. hanya terlihat aktivitas para pekerja dini hari: tukang sapu jalan, pemulung dan penjual makanan pinggir jalan.
Jadi saya santai saja, eh tak tahunya saya sudah sampai malioboro. perjalanan pulangnya itu lho yang bikin saya berkeringat dan mengeluh. jalan mendaki dan mulai ramai. Saya sampai rumah tepat pukul 7, dengan bunyi pedal sepeda yang membising, hahaha. Segera mencuci kaki, dan kembali ke alam mimpi. Zzzzzzz….

Oiya, saya menemukan banyak hal menarik lho.. Saya sengaja mengabadikannya untuk dibagi bersama kalian.. check it out!


Hehehe, ini yang punya salon kreatif banget.. tapi merusak bahasa indonesia nih.. :D


Truss yang ini tolong perhatikan baik-baik. adakah yang aneh dari gambar berikut?


Ini foto Bank Indonesia.. Kalau di zoom, objek yang menarik akan lebih jelas..


hahaha, jogja memang tempatnya seniman.. kreatif semua,,
Tapi apa korelasinya ya, ada toilet di Bank Indonesia? Silakan interpretasikan sendiri,,


Then, terakhir saya mau kasih pesan. Ups, bukan saya yang kasih pesan sih, saya cuma mau nyalurkan pesan saja dengan foto ini. Saya ambil di depan kantor Dinas Pariwisata Yogyakarta

Di luar negeri museum itu sangat dihargai dan selalu diminati wisatawan. kenapa di Indonesia tidak demikian ya??

0 komentar:

Posting Komentar