Sudah lama sekali, dan dulu dia selalu ingat dan menagih janjiku. Untungnya belakangan ini dia lupa :P mungkin karena intensitas komunikasi yang berkurang karena kesibukan masing-masing.
Tapi karena janji dibawa mati, saya gak mau mati tak tenang hanya karena saya tidak punya ide untuk menuliskan sesuatu tentangnya, padahal dia orang yang cukup berjasa dalam hidup saya :)
Saya ingat persis bagaimana awal mula kami bertemu, 12 July 2008.
Saya yang punya cita-cita ngabur dari rumah (traveling by myself) akhirnya melampiaskan keinginan saya pada hari itu. Modal nekat, dan tas ransel berisi list hotel bintang 3, pakaian ganti, peralatan mandi, rukuh, dompet, topi, air minum, dan sebuah lemper dan arem-arem :D saya menuju ke SOLO.
YES! berangkat sendiri dari rumah, motor dititipkan, dan naik kereta Prameks.
Setelah berdiri hampir 1 jam lamanya (kereta siang itu padat sampai gak dapat tempat duduk), akhirnya saya sampai di Stasiun Purwosari. Sederet rencana telah saya susun, sekalipun itu kali pertama saya ke solo sendirian, saya sudah cukup pede dengan perbekalan yang ada. Semangat dan senyum tak tertahankan.
Saya sampai pada sebuah plang atau petunjuk jalur bis sesuai dengan tujuannya, tepat di depan pintu gerbang masuk stasiun yang terletak di Jalan Slamet Riyadi. Saya sadari ada segerombolan yang nampak seusia dengan saya sedang memperhatikan plang yang sama. Salah seorangnya sangat mencolok, karena berpakaian nyentrik --> surjan dan blankon khas Jogja.
Salah seorang dari mereka bertanya pada saya, "Permisi mbak mau tanya, kalau naik bis, mbayarnya berapa ya?"
Saya jawab aja, "Kalau Damri 3 ribu. kalau bis biasa 2 ribu. Eh masnya dari jogja ya?"
"Iya, kok tahu? Mbaknya dari Jogja juga ya?."
"Iya, ya jelas tahu, itu masnya pakai surjan dan blankon"
Itulah awal perbincangan kami, yang berujung perkenalan, dan jalan-jalan keliling Solo bersama.
Chemistry di antara kami langsung tersambung..
Saya berasa sudah kenal dekat dan mengenal mereka lama
Padahal kami berasal dari universitas yang berbeda dan tidak pernah bertemu di kota asal kami sebelumnya..
The very first capture
lihat di sini Shiro -si laki2 berblankon- sudah genit sama saya :D

dari kiri ke kanan: ridwan, kena, saya, kirun, bendol, zulfan, bawah sendiri shiro
tulisan ini saya tujukan bagi mereka yang ada dalam foto ini, tapi saya khususkan untuk Shiro.. karena kalau muka Shiro gak begitu polos, mungkin saya gak percaya bahwa mereka ini orang baik-baik.. ahahaha
kalau diruntut peristiwa dalam hidup saya, begini jadinya:
pergi ke Solo sendirian karena kesambet --> berhenti di Purwosari --> lihat orang norak pake surjan dan blankon siang-siang --> kenalan dengan 6 sekawan --> jalan-jalan bersama 6 sekawan --> di jogja dikenalkan teman 6 sekawan yang lain bernama Sidik dan Wowok --> tahu ada Erwe band --> berkenalan dengan Ardyan Bagas Marestu --> ketemu eyang kakungnya Ardyan Bagas Marestu --> trus karena eyang kakungnya baik bangettt saya jadi suka sama cucunya :D
Jadi Shiro amat berjasa kan?! :D
heheheee
jadii saya pantas mengucapkan banyak terima kasih untuk Shiro dan kawan-kawan :*
Saya amat sangat bersyukur bisa dijodohkan oleh kalian, lalu tertanam persahabatan yang unik :)
"Tiap orang yang hadir dalam kehidupan kita, akan selalu ada maksud dan hikmahnya. Percayalah itu atas izin Allah. Maka bersyukurlah atas nikmat itu."

Skenario yang dibuat Allah adalah yang terbaik bagi umatnya :)


3 komentar:
wehh....
akhirnya ditulis.. :))
terimakasih mimaa...
ada yg kurang..
kejadian di pantai... :D
hihihi.. akhirnya...
jangan begitu mim..
masak aku dibilang polos....
pdl ada yg bilang mirip dwi sasono, lukman sardi... wkwkwk
Nice Cerita, main bareng-bareng lagi yukz.. :)
Posting Komentar