Minggu, 12 Juni 2011

His Name Is Sidik

Setelah saya membahas beberapa orang secara personal dalam blog ini, saya masih tertarik untuk menuliskan seseorang yang lain.
Bukan buat bikin orangnya GR atau memenuhi janji seperti tulisanku buat Shiro, tapi sekedar remainded, bahwa saya telah melalui banyak hal seru, lucu, dan unik bersamanya.

Perkenalan kami berawal dari facebook,
eeh salah, jaman itu saya masih friendster-an!
Insiden perkenalan dengan 6 sekawain di Solo, memang membawa dampak yang panjang dan sangat berpengaruh dalam kehidupanku. Haha.
Katanya sih, semenjak perkenalan itu, saya jadi bahan pergunjingan di kelompok mereka.
:P
Ema 'si cewek kesasar'
mungkin itu nick name saya bagi mereka.
atauu entahlah, apa nama yang tepat..

Sesaat setelah itu ada beberapa orang yang menuliskan ini dalam comment & testimoni FS saya, salah seorangnya ini nih:
sidig 2008-07-18T20:34:56Z

wadeuw,kmu tho yg lg hangat2nya dbcarain dkmpusku. . .yayaya. . .salam knal ya.he.


hihihi..
and our story began from that testimonial

Bertemu secara langsung di pemutaran film indie buatan teman2 komunikasi UMY, Sidik, sudah menarik perhatian saya. hatsyaah *too be honest :p
matanya tajem. Berhubung suasana saat itu memang sengaja dibuat remang-remang untuk nonton film, jadi sorot matanya menonjol :p

sekilas sih cuma itu kesan saya.

Saya semakin dekat dengan dia, cuma karena chatting hampir tiap hari.
Waktu itu awal-awal saya punya YM. Dia hampir tiap hari OL, dan kami berdua nyambung.
Ngobrolnya sering sampai menghabiskan malam.
Kami bicara tentang ide-ide gila, bicara tentang apa yang terjadi dan membahas mengapa bisa begitu. Kadang main XOX, kadang main tebak gambar. Kadang juga kami juga saling curhat masalah pribadi dan saling memberi nasehat.

Sampai dia comment di FS saya

aku dmarah papah,aku dmarah mama,aku dmarah ema,semua marah2 krn ku tak blajar,senin selasa rabu kamis jumat smpai sabtu,minggu marahnya libur.aaaahh pusing. . .
2008-09-26T11:08:59Z

hihihihi.
Dari chatting kami mulai bertemu..

One day.. kami ke stasiun tugu, berniat untuk pergi ke suatu tempat (lupa) yang bisa ditempuh lebih cepat kalau lewat sarkem.
Trus, tahu kan di sebelah selatan gerbang stasiun tugu, ada rel kereta yang gak boleh dilewati oleh kendaraan bermotor, bahkan kadang-kadang rel itu ditutup dan jaga pak polisi.
Tapi pada hari itu pagar penutup rel terbuka. Ada polisi sih, tapi lagi sibuk ngurusin pengguna jalan yang lain. Lalu dengan bodohnya, kami berdua berakting motor kami mogok, demi melewati jalan pintas menuju sarkem. Jadi kami tuntun motor, supaya bisa lewat rel itu. Sidik pura-pura ngedumel gak jelas, seolah-olah motor kami mogok beneran. Kalau saya, cuma bisa nahan ketawa.
Setelah sekitar 5 meter terlewat, tanpa sepenglihatan polisi, kita ngabuurr, buru-buru naik motor, dan kami berdua ngakak dengan puas. hehehehehe

Pernah juga, kami jalan-jalan ke Malioboro, niatnya nganterin Sidik beli sepatu buat Bokapnya. Setelah dapet sepatu yang diinginkan, Sidik ngajakin ke donat J.co. Waktu itu J.Co memang baru di jogja, dan diawal pembukaan sudah nge-booming, dan pembelinya harus rela ngantriiii sejam-an buat dapet donat yang mereka mau. Tapi saya yang pernah jajan J.Co di Jakarta sudah menunjukkan ekspresi meragu atas ajakannya. "Serius mau ke J.Co?"
Tapi dia belum nangkep apa maksudku. "Ayo coba, aku penasaran."
"Tapi J.Co itu mahal lho Dig.."
"Gpp, ini ada bonus dari beliin sepatu Babe" kata dia.

Yasudah saya turuti aja.
Terus waktu sudah sampai kasir, ditawarin sama mbaknya "mau pesan minum juga"
dia tanya ke aku, aku bilang enggak, sambil mengkode agak menyikut lengannya, berharap dia ngerti. Tapi yang terjadi, dia tetep pesan tuh minuman. Theen.. waktu mbaknya nunjukkin harga yag harus dibayar senilai 5 dijit besar, aku nengok ngelihat wajahnya --> netral.
Setelah duduk, baru deh keluar aslinya..
"Maling, mangan donat iso nggo mbayar sak SKS"

Bahhahahahahahhahaaa...

Ada nih paling seru.
Momentnya adalah awal pemutaran film Laskar Pelangi. Karena temen-temen yang lain udah pada nonton, kebetulan kami berdua belum. Makin penasaran karena semua orang membicarakan film ini, dan semacam diolok-olok kalau belum nonton. Jadi mau gak mau nonton deh. Gila ngantrinya dari 21 Ambarukmo Plaza, keluar sampai berbelok ke pintu depan Ceasar. Berharap bisa dapat tiket yang jam 7an, sampai di depan konter ternyata udah kehabisan. Tinggal yang jam 9an dan itupun duduknya gak berdekatan... hehe, okelah gak papa.. yang penting nonton biar perjuangan ngantrinya terbayarkan.
Karena film mulai jam 9an selesainya jadi hampi jam 11 malam waktu itu. Amplaz kan sudah tutup. Tapi kami berdua sama-sama gak tahu jalan keluar menuju parkiran di sebelah Amplaz, tempat parkir kami. Sebenarnya kita udah tanya-tanya sama orang, tapi tetep aja bingung. Bolak-balik naik turun tangga darurat, galau, takut kesasar dan gak pulang-pulang. Sampai akhirnya di salah satu lantai parkiran mobil, kami melihat cahaya di kejauhan. Sok yakin itu adalah jalan keluar, kami berjalan ke arah cahaya itu. Tapi belum mendekati cahayanya kok makin lama makin mengecil?
Berlarilah kami... panik dan baru menyadari bahwa itu adalah rooling door yang hendak menutup dari atas ke dasar.
Tanpa pikir panjang layaknya film-film action saya menerobos pintu otomatis itu saat hampir menutup ke dasar. Eh trus begitu saya sudah berhasil keluar, Sidik belum muncul.
Waaaaa Sidik cepetaaaannnnn!!!
Begitu kurang dari 60 cm lagi, Sidik mengelundung.. ehh menggelinding keluar.. Yeeeeyyy. Kami berhasil keluar.
Fyuhhh,,, deg-degan banget waktu itu.
Penjaga pintunya sampai marah-marah, "Wah mbak, mas lain kali jangan nekat gitu donk. Ini kan otomatis, gak bisa dihentikan, kalau tadi kejepit gimana?!"
Kami berdua cuma bisa nyengir di depannya..
tapi setelah itu..
hahahahahaha.. Ngakak sejadi-jadinya deh...

Masih ada lagi momen saya bersamanya dan teman-teman yang lain juga...
Mungkin lain kali akan saya ceritakan, tapi kali ini cukup deh..

hehehee.. Inilah kami...
Karena kedekatan kami, mungkin banyak orang yang menganggap kami itu pacaran.
Tapi bukan. Aku bilang kami lebih dari itu.
Mungkin ini akan menjawab beberapa sikap penasaran atas kami berdua.

Pacar itu bisa putus sewaktu-waktu. Ada juga istilah mantan pacar.

Tapi kalau sahabat, emang ada ya, istilah mantan sahabat?

we all know the answer is.. :)

and The last words for him...
hi my best boy friend, it isn't because you are not special, so i don't pick you out..
It just because i don't wanna break up with you..

0 komentar:

Posting Komentar