Sabtu, 29 September 2012

Tentang Alas Kaki (Part II)

Melanjutkan kisah tentang tulisan lama saya "Sepatuku, Teman Perjalananku" karena kisah saya belum berakhir...

Sebagaimana waktu yang terus bergulir, saya terus berjalan, alas kaki yang lama bisa jadi sudah sobek, rusak, atau jebol.. Tapi saya tak terhenti.
Perjalanan saya memang tidak mudah, penuh liku-liku yang mungkin orang lain belum tentu dapat merasakannya..
Here we goes..
Sepatu kerja saya sebelumnya adalah wedges Marie Claire hitam. Setelah jebol baru saya cari gantinya... Ini nih, saya pakai semasa On The Job Training di Jakarta pada salah satu Bank Swasta Indonesia.
Karir saya meloncat bidang, dari yang sebelumnya selalu di bidang pendidikan mendadak ke perbankan. Kaget, tertantang, dan melelahkan...

Sampai saat ini sepatu ini masih saya pakai ke kantor meski sudah tidak OJT lagi dan bukan di Jakarta lagi.
Saya terlanjur menyepakati bersedia ditempatkan di wilayah Indonesia mana saja. Takdir membawa saya untuk sementara tinggal di Propinsi paling barat Indonesia yang sempat konflik dan terkena bencana, Nangroe Aceh Darussalam.
Saya berada di kota yang kebanyakan sudah merupakan pendatang, dan kalau mau ke Airport lebih dekat ke Medan (jarak tempuh jalan darat 4 jam) daripada ke Banda Aceh ( jalan darat 9 jam). Doa yang terdahulu terkabulkan *pengenpergijauh* disaat saya sudah jatuh cinta pada satu kota dan seseorang di sana, Jakarta.

Profesi saya saat ini menuntut untuk terus aktif bergerak, lebih tepatnya memprospek nasabah. Wajib untuk menganalisa dan mensurvey usaha nasabah, yang tak jarang ada di lokasi-lokasi yang... bisa ditebak deh kalau lihat sepatu saya yang jadi korban ini


di gambar ini belum seberapa parah. Pernah ada yang lebih parah lagi.

Dengan kondisi seperti di atas, pastinya perlu donk pemain pengganti alias cadangan sepatu. Akhirnya saya temukan, sepatu yang di desain khusus untuk perempuan seperti saya.. 

kalau dilihat lebih dekat di alas dalam itu tertulis "workaholic"
Tapi sama aja nasibnya, sepatu ini sering "teraniaya" seperti yang punya karena kerjaan. Haha.













Oiya, saya itu punya sepatu yang berdaya juang tinggi lho. Sudah terbukti dengan waktu pemakaian yang paling lama dari jenis sepatu flat yang saya punya.. Sudah hampir satu tahun dan alas solnya belum jebol. Kekurangannya cuma 2, sobek disebelah kiri karena pemakaian sehari-hari untuk mengayuh sepeda butut, dan memudar warnanya karena terpapar panas matahari. Jadinya begini...

Biar gak jebol tapi sudah jelek :p sampai teman-teman perempuan di kantor saya maksa saya untuk beli sandal sebagai ganti sepatu butut ini. Saya ditarik naik ke motor dan dibawa ke pasar..


 Jadinyaaa dibawah meja kerja saya penuh sepatu dan sandal --"

Waktu saya jalan-jalan ke Medan dengan mass tunangan, sepatu yang saya gunakan waktu itu...

mulai meniru buaya.. mangap karena lem di solnya kurang kuat.. Mas tunangan prihatin lalu membelikan saya sepatu manis ini.... :*

dan foto ini diambil waktu saya nangis sendirian di tengah keramaian airport karena nganterin mas tunangan kembali ke Jakarta :(

Well.. satu hal yang penting yang belum saya publikasikan di blog ini...
Saya sudah tunangan... Dengan seseorang yang saya temui di tempat saya bekerja sekarang.. Kadang perjalanan hidup itu terasa aneh.. Skenario Allah memang tak mudah ditebak... Hilir mudik saya mencari karir, yang saya dapat malah jodoh. Alhamdulillah... 

Perjalanan hidup saya ke Jakarta mempertemukan kami yang berasal dari kota yang sama, Jogja.

Saya dan mas tunangan, sebut saja inisialnya MBDK punya banyak cerita lucu dan seru..
Yang kadang kami bisa heran-heran tak percaya kalau lagi mengenang masa-masa itu.

Dua pasang sepatu ini bisa jadi salah satu bukti perjalanan kisah kami

Foto ini diambil pada waktu pertama kali kami pulang bersama ke Jogja. Di salah satu lesehan Lembah UGM..

Dan meski saat ini kami terpisah jarak, saya percaya jalan kami akan tetap beriringan. Bisa jadi dengan alas kaki yang berbeda-beda, namun tetap dengan satu tujuan.. Bahagia bersama.

Sekian dulu yaa.. Tunggu cerita sepatu saya yang lain :)






1 komentar:

arzudewi mengatakan...

Saya kini tau satu dari sekian banyak kakak kesayangan saya yg juga gadis paling menginspirasi saya u/ tetap jadi gadis yg ga biasa,telah menemukan seseorang yg paling benar menurutnya.. Saya tenang,saya ikut merasa nyaman dg perasaan yg tertera di dalam cerita mba emma.. Tuhan selalu bersama orang-orang yg bersemangat juang..
Salam rindu dari jogja selalu..

-arzudewi-

Posting Komentar