Jumat, 12 Maret 2010

Kisah Si Belalang dan Si Semut

Saya mau sharing, tentang suatu cerita yang pernah saya baca dari buku filsafah Jepang secara gratis di Toga Mas beberapa waktu lalu. Maaf saya lupa judulnya apa. Maklum, saya cuma hobi baca ditempat, kadang tanpa bermaksud membelinya. :D

Ada seekor semut dan belalang. Semut sedang sibuk mengankut-angkut makanan yang kemudian dibawa ke sarangnya di bawah tanah. Semut nampak sangat berusaha keras, mondar-mandir membawa makanan. Lalu Belalang menyapanya, “Hai Semut, ayo kita bermain. Kau pasti lelah bekerja?”

Lalu Semut menjawab, “Maaf, aku harus mempersiapkan persediaan makanan. Kau tak bisa menggangguku! Lebih baik kau main sendiri saja! Aku masih harus bekerja!”
Belalang pun pergi meninggalkan Semut.

Keesokan harinya, belalang kembali menemui Semut yang masih sibuk bekerja keras mengumpulkan makanan. Kali ini belalang tak berani mengusiknya.

Keesokan harinya lagi, Belalang masih saja berusaha menemui Semut, dan sama seperti hari-hari sebelumnya, Semut tetap bekerja. Lalu belalang memberanikan diri untuk menyapa semut, “Semut, sudahlah main saja kau denganku hari ini. Apakah kau tidak capek berhari-hari terus bekerja?”

Semut menjawab, “Aku harus mempersiapkan diri., menjaga kelangsungan hidupku dan keluargaku. Aku tidak mau sepertimu, Belalang! Kau hanya bisa bermain, tanpa berpikir panjang! Bagaimana bila nanti musim salju datang?! Pasti kau akan mati kelaparan!”

Tak disangka oleh si Semut, Belalang tertawa terbahak-bahak, dan berkata kepada Semut “Tidak kah kau tahu di mana kau tinggal sekarang? Ini Indonesia, maka tidak akan pernah ada musim salju!”

Semut tercengang, bengong melihat Belalang yang belum berhenti menertawainya.

---
Begitulah ceritanya (Dengan improvisasi, karena lupa-lupa ingat. Hehe)

Di tengah-tengah cerita, saya menerka bahwa si Belalang akan jera karena ia malas, tidak bekerja keras seperti apa yang dilakukan si Semut.

Tapi ternyata saya malah dibuat kaget dengan ending ceritanya. Lalu, si Penulis meninggalkan petuah bagi pembaca, bahwasanya kita hidup harus memiliki tujuan, harus memiliki pengetahuan dan wawasan yang menunjang demi mencapai tujuan itu. Kerja keras saja tidak akan cukup bila tidak berlandaskan tujuan yang tepat, karena akan menjadi sia-sia dan membuang waktu saja.

^_^

2 komentar:

djatie mengatakan...

welooooooooookkk...le ganti ga pake jedaaaa hahahah...aku bermain suka-suka...

emamiridya erine yupi mengatakan...

mangsudte mbak? ora dong akuu

Posting Komentar