Sabtu, 04 Juli 2015

Mainan Tak Mengenal Gender

Banyak orang yg masih memisahkan jenis mainan dengan gender. Misalnya mainan masak-masakan dan boneka adalah mainan anak perempuan, sebagaimana bola atau robot adalah mainan laki-laki. Pemahaman ini perlu diperbaharui, karena sebenarnya semua jenis permainan memiliki manfaat bagi perkembangan anak.

Saya beri contoh. Tak masalah sebenarnya bila laki-laki bermain boneka teddy bear atau perempuan bermain robot. Keduanya sama-sama merupakan jenis permainan pura-pura (role play), berguna untuk belajar tentang peran di kehidupan, melatih kreativitas, kemampuan komunikasi dan kemampuan berpikir anak. Tak ada salahnya anak perempuan bermain robot, bisa jadi dia ingin ada peran pahlawan yang kuat. Sama halnya anak laki-laki bisa menganggap boneka beruang yang lembut sebagai sosok yang harus dilindungi atau disayangi, atau bahkan sebagai binatang yang buas yang sedang ingin menyerangnya. semua terserah imajinasi mereka saja.

Contoh lainnya, seperti saya sendiri ingin membelikan anak laki-laki saya mainan masak-masakan. Kenapa? Karena memasak saat ini bukan lagi sebatas urusan perempuan. banyak koki laki-laki di luaran sana yang sukses, atau tak perlu jadi chef, jadi pengusaha kuliner buka lapak di pinggir jalan tapi laris manis juga gak masalah kan? Selain alasan pengenalan profesi, saya juga melihat ada keingintahuan yang besar pada anak saya ketika melihat saya memasak. Tak mungkin rasanya mengijinkan dia bermain pisau atau kompor betulan. Jadi solusinya adalah mainan masak-masakan itu tadi. Manfaatnya jelas banyak: pengenalan profesi, pengenalan peralatan masak, atau bahkan tentang sayur, lauk, dan buah yang berkaitan dengan masakan, pengenalan bumbu masak (misal ajak anak berpura-pura menaburkan garam agar asin sekaligus mengajak anak untuk mencicipi langsung garam asli). Selain itu yang tak kalah penting, anak bisa belajar tentang proses.. mengolah makanan mentah menjadi bisa dan enak dimakan serta dapat menghargai peran ibu yang memasak tiap hari untuknya. Bagus bukan?

Saya beri contoh satu lagi tentang mainan anak yang distereotypekan dengan mainan anak perempuan, yaitu mainan setrika-setrikaan. Emangnya kenapa kalau anak laki-laki main itu. Itu jelas manfaatnya berupa life skill. Kemandirian. Penting ketika dewasa seandainya anak laki-laki merantau dan tidak punya banyak uang untuk melaundry pakaiannya, mencuci dan menyetrika baju sendiri tentu sangat bermanfaat.

Sedikit contoh yang saya tuliskan tapi intinya adalah "bebaskan anak bermain apapun yang dia inginkan." Mainan tak mengenal gender, semua mainan bermanfaat. Gak usah kawatir anak perempuan bermain bola, arena jelas itu melatih motorik kasarnya, anak sehat plus senang karena tak dilarang. Gak usah sewot juga kalau anak perempuan main mobil-mobilan.. eh siapa tahu besarnya bisa jadi pembalap perempuan yang sukses. Jadi orang tua cukup temani anak bermain, sambil membimbing mereka untuk mendapatkan manfaat yang lebih dari permainan itu sendiri.

0 komentar:

Posting Komentar